19 Mahasiswa S2 Dikdas Mengobservasi Proses Pembelajaran di SIKL Malaysia
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebanyak 19 mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Dasar (Dikdas) melakukan kunjungan akademik, observasi, dan wawancara mendalam dengan para guru serta siswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, pada Senin (11/5/2026). Delegasi pascasarjana ini turun langsung ke lapangan untuk memotret realitas kegiatan belajar-mengajar secara riil. Langkah ini diambil guna menggali data akurat terkait implementasi kurikulum dan metode pembelajaran di sekolah Indonesia yang berada di luar negeri.
Kunjungan intensif ini diintegrasikan langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Melalui observasi di dalam kelas, para mahasiswa melihat langsung bagaimana proses transfer ilmu berlangsung di SIKL. Data fakta di lapangan menjadi bahan analisis utama untuk mengukur sejauh mana mutu pendidikan tetap terjaga dengan baik.
Selain melakukan observasi, ke-19 mahasiswa tersebut juga menggelar sesi wawancara terstruktur dengan jajaran guru di SIKL. Wawancara ini bertujuan untuk menggali sudut pandang dari para pendidik mengenai tantangan dan strategi mengajar yang mereka terapkan. Informasi langsung dari para guru memberikan gambaran nyata mengenai manajemen kelas dan penyusunan materi ajar.
Tidak hanya dengan pihak pengajar, wawancara juga dilakukan secara langsung kepada para siswa SIKL. Melalui dialog ini, mahasiswa S2 Dikdas dapat mengetahui respons, tingkat pemahaman, serta kenyamanan siswa terhadap metode pembelajaran yang diberikan. Sudut pandang dari sisi siswa ini melengkapi data observasi agar analisis yang dihasilkan menjadi lebih komprehensif.
Penggabungan metode observasi dan wawancara ini memastikan seluruh fakta yang dikumpulkan di SIKL saling berkesinambungan. Data yang diperoleh dari guru dan siswa menjadi acuan penting dalam melihat keselarasan antara teori pendidikan dasar dan praktik nyata di lapangan. Hal ini memperkuat kajian akademik mengenai standarisasi pendidikan yang inklusif dan merata sesuai semangat SDGs.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan
pada 11 Mei tersebut, kunjungan ini berhasil menghimpun informasi mendalam dari
sumber primer. Hasil observasi dan wawancara oleh 19 mahasiswa S2 Dikdas ini
diharapkan dapat menjadi laporan ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan
kualitas pendidikan dasar di masa depan.
###
Penulis : Indriani Dwi Febrianti