Buka Puasa Bersama di Kampus UNESA: Meruntuhkan Sekat Sosial, Wujudkan Persamaan Sosial sesuai SDGs 10
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Acara buka puasa bersama tahunan dan berbagi takjil di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali digelar dengan antusiasme tinggi, menghadirkan ribuan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan yang dihelat di Gerbang Utama Kampus Unesa Lidah Wetan ini bukan hanya menjadi momen menyambut waktu berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan, namun juga diangkat sebagai sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan dan meruntuhkan sekat sosial yang mungkin ada di tengah komunitas akademik.
Kegiatan buka bersama ini sangatlah ramai, ada yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar kampus dengan kondisi ekonomi yang beragam. Tidak ada pembedaan tempat atau hidangan berdasarkan status atau latar belakang, dimana semua orang duduk bersama dan berbagi makanan yang disiapkan secara kolektif. Hal ini sejalan dengan tujuan utama SDGs 10 yang mengedepankan akses yang setara dan pemberantasan diskriminasi.
Selain itu, banyak mahasiswa yang mengaku merasa sangat terkesan dan terhubung dengan kegiatan ini. Kegiatan berbagi takjil dan buka bersama membuat mereka merasakan kehangatan keluarga besar di kampus, yang dimana tidak melihat perbedaan baik yang berasal dari kota besar maupun daerah terpencil, semua sama-sama menikmati dan merasakan indahnya momen ini.
Oleh karena itu, peran kampus sebagai lembaga pendidikan sangatlah penting terhadap pembangunan masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan acara ini. Universitas memiliki peran penting dalam menciptakan generasi muda yang peduli terhadap isu-isu kesenjangan sosial. Melalui acara buka puasa bersama, mahasiswa diajak untuk tidak hanya merasakan kebersamaan secara langsung, tetapi juga mulai berpikir tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam mengurangi pandangan di lingkungan.
Panitia berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang tidak hanya fokus pada acara yang bersifat sosial, tetapi juga memiliki dampak nyata melalui program-program berkelanjutan. Secara tidak langsung kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih memahami pentingnya kesetaraan sosial dan memiliki keinginan yang lebih besar untuk terlibat dalam upaya memperbaiki kondisi masyarakat sekitar.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah