Civitas Akademika IKN Merumuskan Arah Pendidikan Masa Depan dalam Diskusi Santai demi SDG 4
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di luar
suasana kaku ruang perkuliahan, civitas akademika asal Ibu Kota Nusantara (IKN)
dari Program Studi Magister (S2) Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) menggelar diskusi santai. Bertempat di kawasan terbuka hijau Surabaya,
dialog informal ini mempertemukan para mahasiswa pascasarjana, praktisi, dan
pengamat edukasi untuk merumuskan gagasan strategis mengenai arah pendidikan
dasar masa depan. Langkah kreatif ini diambil guna mencairkan kebuntuan sekat
akademis sekaligus menggali ide-ide segar yang aplikatif bagi pembangunan ekosistem
belajar di kawasan ibu kota baru.
Suasana dialog yang kasual namun substantif ini memantik beragam gagasan
progresif berbasis fakta lapangan di IKN. Para peserta menyoroti pentingnya
merancang model pembelajaran yang tidak hanya responsif terhadap kemajuan
teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal dan
kelestarian lingkungan. Diskusi ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan
dasar memerlukan pendekatan yang adaptif dan fleksibel, di mana ide-ide
inovatif sering kali lahir dari ruang-ruang interaksi yang rileks dan inklusif.
Inisiatif independen ini berkontribusi langsung terhadap percepatan SDG
4 (Quality Education), khususnya dalam menciptakan ruang diskusi
inklusif yang mendukung pemerataan serta peningkatan mutu pembelajaran. Melalui
gagasan yang dirumuskan, para mahasiswa S2 Dikdas berkomitmen membawa konsep sekolah
hijau dan literasi digital yang humanis untuk diterapkan pada jenjang
sekolah dasar di IKN. Sinergi pemikiran ini menjadi bukti bahwa keterlibatan
aktif calon magister sangat krusial dalam mengawal agenda pembangunan
berkelanjutan PBB hingga tahun 2030.
Pengamat pendidikan dasar menilai bahwa tradisi diskusi di luar kampus
merupakan wujud nyata dari iklim akademik yang sehat dan dinamis. Bebas dari
formalitas birokrasi, para akademisi muda asal IKN dapat membedah tantangan
riil mulai dari kesiapan mental siswa hingga adaptasi kurikulum secara lebih
jujur dan mendalam. Hasil dari rumusan santai ini rencananya akan dirangkum
menjadi rekomendasi kebijakan (policy brief) yang siap disumbangkan bagi
pengembangan sekolah dasar di wilayah Nusantara.
Melalui dialog santai namun kaya makna ini, civitas akademika S2 Dikdas
UNESA asal IKN membuktikan bahwa gagasan besar untuk bangsa bisa lahir di mana
saja. Komitmen untuk menghadirkan pendidikan dasar yang berkualitas, ramah
anak, dan berwawasan lingkungan terus dipupuk demi menyongsong Generasi Emas.
Dari ruang-ruang diskusi yang hangat inilah, arah pendidikan masa depan
Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan mulai dibentuk secara nyata.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah