Dari Kampus ke Sekolah, Mahasiswa S2 Dikdas UNESA Hadirkan Inovasi untuk SDGs 4
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Karya
mahasiswa S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
diarahkan untuk tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dapat diterapkan
dan memberi manfaat langsung bagi sekolah dasar. Melalui inovasi pembelajaran,
teknologi pendidikan, literasi, numerasi, hingga kearifan lokal, karya tersebut
memiliki peluang untuk dihilirkan sebagai solusi atas kebutuhan pembelajaran
sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan
Berkualitas.
Hilirisasi
menjadi langkah penting untuk mengubah gagasan menjadi karya yang benar-benar
digunakan. Produk mahasiswa dapat dikembangkan berdasarkan persoalan nyata di
sekolah, kemudian diuji dan disempurnakan melalui masukan dari guru maupun
peserta didik. Dengan demikian, proses akademik tidak hanya menghasilkan
pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan
pendidikan dasar.
Ragam
inovasi tersebut sejalan dengan perkembangan pembelajaran di sekolah yang
semakin membutuhkan pendekatan kreatif dan adaptif. Media pembelajaran
interaktif, modul ajar, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), pembelajaran
berbasis kearifan lokal, serta penguatan literasi dan numerasi menjadi contoh
ruang pengembangan karya yang dapat menjembatani kebutuhan kampus dengan
praktik pembelajaran di sekolah.
Semangat
membawa inovasi dari kampus ke sekolah juga tercermin dalam berbagai kegiatan
penguatan kompetensi pendidikan di lingkungan UNESA. Salah satunya melalui
kegiatan Seminar & Workshop PGSD UNESA bersama PGRI Kabupaten Blitar yang
mengangkat transformasi pembelajaran melalui deep learning, artificial
intelligence, dan kearifan lokal. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa
inovasi pendidikan semakin diarahkan agar dekat dengan kebutuhan guru dan
peserta didik.
Dalam
konteks SDGs 4, hilirisasi karya mahasiswa menjadi salah satu bentuk kontribusi
perguruan tinggi untuk mendorong pendidikan yang berkualitas, inklusif,
inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi mahasiswa, dosen, guru, dan sekolah
dapat menjadi ruang untuk menguji sekaligus mengembangkan karya agar memiliki
dampak yang lebih luas.
Dari
kampus ke sekolah, karya mahasiswa tidak berhenti sebagai gagasan. Karya
tersebut diharapkan tumbuh menjadi inovasi yang digunakan, dikembangkan, dan
memberi perubahan nyata bagi pendidikan dasar sebuah langkah kecil dengan
dampak besar menuju SDGs 4.
###
Penulis : Indriani Dwi Febrianti