Dosen FIP UNESA Merevitalisasi Sinergi Profesional melalui Makna Maaf yang Substantif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Segenap civitas akademika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) berkumpul di Gedung O5 lantai 3 pada Senin (01/04/2026) untuk merayakan momen Halal Bihalal yang sarat makna. Acara yang mempertemukan para dosen dan tamu undangan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan kembali visi profesional pasca-Ramadhan. Di tengah atmosfer yang hangat, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memastikan koordinasi antar-departemen berjalan lebih harmonis demi mendukung performa institusi di kuartal kedua tahun ini.
Rangkaian acara dibuka secara khidmat oleh pembawa acara, disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang memberikan keteduhan spiritual bagi seluruh hadirin. Dalam sesi sambutan, jajaran dekanat menekankan bahwa sinergi profesional tidak mungkin tercapai tanpa adanya kelapangan hati untuk saling memaafkan. Hal ini selaras dengan SDGs Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana kekuatan sebuah organisasi pendidikan sangat bergantung pada stabilitas hubungan internal dan integritas moral para pengajarnya.
Puncak simbolis acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FIP UNESA sebagai wujud syukur atas pencapaian fakultas sejauh ini. Prosesi ini bukan sekadar tradisi, melainkan representasi dari tekad kolektif untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui momen ini, diharapkan muncul semangat baru dalam mewujudkan SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui riset-riset kolaboratif yang lahir dari hubungan antar-dosen yang telah terjalin tanpa sekat konflik masa lalu.
Suasana semakin mendalam saat sesi ceramah agama berlangsung, yang mengupas tuntas mengenai "Maaf yang Substantif". Sang pencerah memaparkan bahwa maaf yang nyata adalah yang mampu mengubah perilaku kerja menjadi lebih kooperatif dan menghilangkan ego sektoral. Analisis psikologi organisasi menunjukkan bahwa lingkungan kampus yang memiliki budaya pemaaf mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga 20%, karena energi para dosen tidak habis terbuang pada konflik interpersonal, melainkan terfokus pada inovasi akademik.
Kegiatan pun berlanjut ke sesi makan bersama dan ramah tamah yang mencairkan suasana. Pada momen inilah proses "Halal Bihalal" yang sesungguhnya terjadi, di mana para dosen saling berinteraksi secara informal untuk membicarakan berbagai peluang kerja sama di masa depan. Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat pembagian doorprize menarik yang menambah antusiasme seluruh tamu undangan, menciptakan kesan bahwa kesejahteraan dan kegembiraan staf adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan sebuah organisasi.
Sebagai penutup, Halal Bihalal di Gedung O5 FIP UNESA ini berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai spiritual dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam budaya kerja profesional. Dengan membawa pulang semangat "Maaf yang Substantif", para dosen kini memiliki energi baru untuk membimbing mahasiswa dan memajukan dunia pendidikan. Transformasi hubungan internal ini meyakinkan kita bahwa UNESA terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem akademik yang humanis, tangguh, dan berkelanjutan.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah