Keluarga Besar FIP UNESA Menghapus Batasan Hierarki Formal melalui Momentum Halal Bihalal
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Seluruh keluarga besar dosen dan staf Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) berkumpul di Gedung O5 pada Senin (01/04/2026) untuk merayakan Halal Bihalal dengan atmosfer yang berbeda dari biasanya. Acara yang dihadiri oleh pimpinan fakultas hingga staf kependidikan ini secara sadar dirancang untuk menanggalkan sekat-sekat jabatan demi memperkuat kohesi internal institusi. Di tengah tuntutan akademik yang tinggi, kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk memulihkan energi kolektif dan menyatukan visi pasca-Ramadhan dalam suasana yang penuh kesetaraan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC yang hangat, diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebagai landasan spiritual acara. Dalam sambutannya, Dekan FIP menekankan bahwa kemajuan fakultas sangat bergantung pada komunikasi yang cair antar-elemen. Penghapusan batasan hierarki ini merupakan langkah konkret mendukung SDGs Poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), di mana transparansi dan inklusivitas di dalam institusi menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Prosesi pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur sekaligus penyatuan tekad untuk terus berinovasi tanpa hambatan birokrasi yang kaku. Melalui ceramah agama yang disampaikan, para hadirin diingatkan bahwa esensi maaf yang substantif adalah kesediaan untuk bekerja sama secara horizontal. Analisis dalam manajemen organisasi menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang minim sekat hierarki mampu meningkatkan kreativitas dan kecepatan pengambilan keputusan hingga 15%, sebuah angka krusial bagi pencapaian SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) di tingkat pascasarjana.
Suasana semakin akrab saat sesi makan bersama dan Halal Bihalal berlangsung, di mana tidak ada lagi jarak antara profesor senior dan dosen muda. Mereka berbaur, berdiskusi santai, dan berbagi pandangan mengenai masa depan pendidikan dalam posisi yang setara. Hubungan emosional yang terbangun secara inklusif ini terbukti mampu mereduksi potensi burnout akibat beban kerja akademik, sekaligus memastikan bahwa setiap suara di lingkungan FIP UNESA memiliki ruang untuk didengarkan.
Keseruan acara mencapai puncaknya pada sesi pembagian doorprize yang mengundang tawa dan keceriaan di seluruh sudut ruangan. Pemberian apresiasi ini bukan sekadar bagi-bagi hadiah, melainkan bentuk pengakuan bahwa setiap individu lepas dari jabatannya adalah bagian penting dari mesin besar keberhasilan universitas. Kehangatan ini membuktikan bahwa budaya organisasi yang humanis dapat berjalan beriringan dengan standar profesionalisme.
Sebagai penutup, Halal Bihalal di FIP UNESA tahun ini berhasil merefinisi relasi kerja dari sekadar hubungan struktural menjadi ikatan persaudaraan yang fungsional. Dengan runtuhnya tembok hierarki formal, kolaborasi lintas disiplin dan kerja tim di masa depan diharapkan dapat berjalan lebih organik dan produktif. Komitmen ini menegaskan bahwa untuk mencapai visi universitas kelas dunia, UNESA memulai langkahnya dari dalam: dengan hati yang bersih, komunikasi yang setara, dan semangat kebersamaan yang tak terbatas.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah