Koorprodi S2 Dikdas UNESA Meresmikan Kemitraan Global Melalui Penandatanganan Dokumen IA Bersama Plh Kepala SIKL di Malaysia
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Koordinator
Program Studi (Koorprodi) S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) UNESA, Ibu Neni Mariana,
S.Pd., M.Sc., Ph.D., meresmikan kemitraan global melalui penandatanganan
dokumen Implementation Arrangement (IA) bersama Plh. Kepala SIKL, Bapak
Mashudi, S.Pd., M.Pd., di Malaysia pada Senin (11/5). Momentum legal formal ini
menandai babak baru kolaborasi akademik yang mengintegrasikan program Internship
(magang mahasiswa pascasarjana) dan Benchmarking mutu manajerial
sekolah. Langkah konkret ini diambil untuk membangun koridor akademik yang
kokoh guna menyalurkan hasil-hasil riset terbaik dari kampus ke kancah
pendidikan internasional.
Ditinjau dari perspektif
pembangunan berkelanjutan, peresmian kemitraan ini menjadi motor penggerak bagi
capaian SDGs Target 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penandatanganan IA ini
membuka gerbang bagi 19 mahasiswa S2 Dikdas UNESA untuk menguji coba dan
menerapkan tesis atau model pembelajaran baru di kelas-kelas reguler SIKL.
Sinergi ini menciptakan hubungan simbiosis mutualisme, di mana pihak sekolah
mendapatkan pembaruan strategi pedagogik mutakhir, sementara prodi S2 Dikdas
UNESA berhasil menstandardisasi riset mahasiswanya agar diakui di level
regional Asia Tenggara.
Komitmen kerja sama ini
juga didesain untuk menyukseskan SDGs Target 17 mengenai Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan. Melalui payung hukum yang jelas, program benchmarking
yang dilakukan oleh jajaran dosen UNESA bertujuan untuk memetakan kebutuhan
kurikulum anak-anak pekerja migran serta diaspora Indonesia yang menempuh
pendidikan di Malaysia. Data hasil komparasi ini akan digunakan oleh prodi
untuk merumuskan kebijakan akademik yang lebih inklusif, sehingga mampu memutus
rantai ketimpangan kualitas pendidikan antara anak-anak di dalam negeri dan
luar negeri.
Dalam sesi wawancara
pasca-acara, Bapak Mashudi, S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa dokumen IA ini
menjadi jaminan kualitas bahwa guru-guru SIKL akan didampingi oleh para pakar
pendidikan dasar dari UNESA dalam menyusun inovasi pembelajaran tahunan.
Sejalan dengan hal itu, Ibu Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., Ph.D. menekankan bahwa
langkah internasionalisasi ini bukan sekadar formalitas di atas kertas,
melainkan sebuah tanggung jawab moral universitas untuk memastikan bahwa setiap
anak Indonesia di luar negeri tetap mendapatkan sentuhan pendidikan dasar
terbaik.
Acara penandatanganan
yang berlangsung khidmat pada pertengahan Mei ini diakhiri dengan sesi foto
bersama dan penyerahan plakat penghargaan antar-institusi. Dengan adanya
kepastian hukum melalui dokumen IA ini, prodi S2 Dikdas UNESA dan SIKL siap
menggulirkan program pertukaran inovasi secara berkala dan berkelanjutan.
Sinergi strategis ini membuktikan bahwa penguatan jejaring kemitraan global di
tingkat pascasarjana mampu menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi emas
Indonesia yang kompetitif di panggung dunia.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah