Magister Pendidikan Dasar UNESA Menawarkan Solusi Psikopedagogi demi Menjamin Kesejahteraan Emosional Siswa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Menanggapi
tingginya angka stres akademik pada anak, Program Magister Pendidikan Dasar (S2
Dikdas) UNESA resmi memperkenalkan pendekatan psikopedagogi sebagai solusi
utama untuk menjaga kesejahteraan emosional siswa di sekolah dasar pada Mei
2026. Langkah ini diambil karena kesehatan mental anak merupakan pilar yang
sering terlupakan dalam pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui riset mendalam, UNESA menegaskan bahwa
keberhasilan akademik tidak boleh mengorbankan kebahagiaan psikologis siswa,
melainkan harus berjalan beriringan dalam ekosistem sekolah yang suportif.
Psikopedagogi hadir sebagai jembatan antara teori psikologi dan praktik
instruksional di dalam kelas. S2 Dikdas UNESA menekankan bahwa guru bukan
sekadar pengajar materi, tetapi juga manajer emosi yang harus mampu mendeteksi
kecemasan siswa sejak dini. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lingkungan
belajar yang penuh tekanan tanpa dukungan emosional yang memadai dapat
menghambat perkembangan kognitif jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan
ini menawarkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan profil
perkembangan mental anak, sehingga sekolah menjadi ruang aman (safe space)
bagi pertumbuhan karakter.
Implementasi solusi ini melibatkan transformasi metode evaluasi yang
tidak lagi hanya berbasis angka, namun juga menghargai proses dan resiliensi
siswa. Pakar dari UNESA menyoroti bahwa kesejahteraan emosional adalah kunci
bagi siswa untuk memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan global. Dengan
mengintegrasikan aspek sosial-emosional ke dalam kurikulum, guru dapat membantu
siswa membangun kepercayaan diri dan empati. Hal ini relevan dengan upaya
mengurangi kesenjangan (SDG 10), di mana setiap anak, terlepas dari latar
belakangnya, mendapatkan hak untuk didampingi secara psikologis selama masa
formatif mereka.
Analisis mendalam dari para akademisi pascasarjana menunjukkan bahwa
investasi pada kesejahteraan emosional di tingkat sekolah dasar akan berdampak
pada penurunan angka perundungan (bullying) dan putus sekolah. Data
riset internal UNESA mengindikasikan bahwa kelas yang menerapkan prinsip
psikopedagogi memiliki tingkat partisipasi siswa yang lebih aktif dan bahagia.
Inovasi ini mendorong terciptanya sekolah ramah anak yang tidak hanya mengejar
target nilai, tetapi juga melahirkan generasi yang stabil secara emosi dan siap
berkontribusi bagi masyarakat.
Sebagai penutup, tawaran solusi psikopedagogi dari S2 Dikdas UNESA
merupakan komitmen nyata dalam memanusiakan pendidikan dasar di Indonesia.
Kesejahteraan emosional adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan
kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan mengutamakan kesehatan
mental siswa saat ini, kita sedang meletakkan batu pertama bagi pembangunan
bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan berperasaan. Inilah saatnya pendidikan
dasar bergerak melampaui angka menuju pemenuhan potensi manusia yang utuh.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah