Mahasiswa Berprestasi Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Target SDGs Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Penguatan kualitas
pendidikan dasar dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) memerlukan
pendekatan pencegahan perilaku koruptif sejak dini. Implementasi Strategi Operasional
Pencegahan Korupsi (SOPK) skala mikro akademik hadir sebagai instrumen
strategis dalam mendukung pencapaian SDG nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas
dan SDG nomor 16 tentang Institusi yang Kuat. Gagasan ini diangkat dari kajian
ilmiah mahasiswa berprestasi Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri
Surabaya melalui penelitian berbasis pencegahan perilaku koruptif usia dini.
Praktik
korupsi skala kecil atau academic micro-corruption di lingkungan sekolah dasar
sering kali diabaikan, padahal potensi dampaknya sangat besar bagi perkembangan
karakter saat dewasa. Pemanfaatan nilai kearifan lokal (local wisdom) melalui
kerangka konseptual komparatif antara Indonesia dan Filipina menyediakan
fondasi kuat bagi pendidikan karakter. Penguatan adab, nilai etika lokal, serta
prinsip keagamaan secara konsisten mendasari pembentukan integritas moral
peserta didik.
Inovasi
pedagogi mencakup integrasi isu kemanusiaan, seperti simbol Keffiyeh Palestina
dalam perspektif etnomatematika, serta penanaman nilai spiritualitas ke dalam
mata pelajaran eksakta. Pembelajaran interaktif berbasis media HTML untuk
program internasional memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus menanamkan
karakter. Pendekatan terpadu ini memperkuat kecerdasan akademis dan
internalisasi nilai kebangsaan serta keagamaan secara seimbang.
Perkembangan
teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menyajikan
tantangan sekaligus peluang baru dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi
secara bijak menuntut pemeliharaan kemampuan berpikir kritis, kejujuran ilmiah,
serta integritas akademik. Penjagaan adab terhadap pendidik dan pemahaman
mendalam atas ilmu pengetahuan menjadi tolok ukur utama dalam menghadapi
eskalasi kemajuan zaman.
Pencapaian
target pembangunan berkelanjutan sektor pendidikan membutuhkan sinergitas
antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan. Pengaplikasian hasil riset
ke dalam modul pelatihan guru, riset terapan, serta pengembangan media
pembelajaran mendukung penciptaan ekosistem sekolah yang transparan dan
akuntabel. Desain kebijakan berbasis bukti ilmiah mempercepat realisasi sistem
pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Pendidikan
tingkat magister memberikan pembekalan analitis komprehensif untuk merumuskan
solusi atas kompleksitas permasalahan pendidikan dasar di Indonesia. Orientasi
kelulusan akademik berfokus pada penyebaran kemanfaatan ilmu serta pengabdian
nyata kepada masyarakat luas. Komitmen pada integritas, tawadhu, serta kearifan
lokal memperkokoh pijakan bangsa menuju tercapainya agenda pembangunan global
2030.
###
Penulis :
Kartika Natasya Kusuma Supardi.