Mahasiswa S2 Dikdas UNESA Hilirkan Produk Media Pembelajaran untuk Mendorong Pendidikan Berkualitas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Inovasi
mahasiswa S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
diarahkan untuk tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dihilirkan
menjadi media pembelajaran yang bermanfaat bagi sekolah dasar. Upaya ini
menjadi bagian dari penguatan pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan
teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal, sekaligus mendukung Sustainable
Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas.
Hilirisasi
media pembelajaran menjadi penting karena produk yang dihasilkan dari proses
akademik perlu memiliki nilai guna di lapangan. Media interaktif, modul
digital, flipbook, media berbasis AI, hingga media yang mengangkat
budaya dan kearifan lokal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih
kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekolah dasar.
Penguatan
arah inovasi tersebut sejalan dengan kegiatan Seminar & Workshop PGSD UNESA
bersama PGRI Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di
Aula SMAN 1 Talun, Kabupaten Blitar. Mengusung tema “Transformasi
Pembelajaran Sekolah Dasar Melalui Deep Learning, Artificial Intelligence, dan
Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Pembelajaran Sepanjang Hayat”,
kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan dan praktik mengenai transformasi
pembelajaran di sekolah dasar.
Berbagai
materi yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan luasnya ruang
inovasi media pembelajaran, seperti media pembelajaran IPA berbasis teknologi
multimedia, flipbook digital budaya lokal, E-Book edukatif berbasis literasi
digital dan AI, serta LKPD digital berbasis RME dan etnomatematika.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran kini tidak hanya
berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga dapat menjadi sarana
menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan
peserta didik.
Bagi
mahasiswa S2 Dikdas, kondisi tersebut membuka peluang untuk membawa hasil
kajian dan pengembangan produk lebih jauh melalui kolaborasi dengan dosen,
guru, dan sekolah. Produk media pembelajaran dapat diuji, memperoleh umpan
balik dari pengguna, kemudian disempurnakan agar benar-benar sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran. Proses inilah yang menjadikan hilirisasi bukan sekadar
menghasilkan produk, melainkan memastikan inovasi memiliki manfaat dan
keberlanjutan.
Pada
akhirnya, inovasi mahasiswa S2 Dikdas memiliki peluang untuk menjembatani kampus
dan sekolah melalui karya yang nyata dan dapat digunakan. Ketika media
pembelajaran mampu membantu guru, meningkatkan pengalaman belajar peserta
didik, serta memanfaatkan teknologi dan potensi lokal secara tepat, karya
akademik berubah menjadi kontribusi nyata bagi SDGs 4: pendidikan yang
berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
###
Penulis : Indriani Dwi Febrianti