Mahasiswa S2 Dikdas UNESA Mempresentasikan Modul Sekolah Masa Depan IKN dalam Ujian Tesis
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Semangat
membangun pendidikan dari wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) memuncak di Kampus
Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Seorang mahasiswa Program Studi Magister
(S2) Pendidikan Dasar asal IKN berhasil mempertahankan tesis unggulannya mengenai
rancangan konsep sekolah masa depan dalam sidang ujian terbuka di
hadapan dewan penguji. Sidang riset ini menjadi sorotan akademis karena
menawarkan terobosan kurikulum dan desain pedagogi inklusif yang dirancang
khusus untuk merespons transformasi pendidikan dasar di wilayah ibu kota baru.
Riset yang dikembangkan selama lebih dari satu tahun ini
dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan model sekolah dasar yang tidak
hanya berfokus pada kecakapan akademik, tetapi juga integrasi teknologi hijau
dan penguatan nilai lokal. Melalui pendekatan studi kualitatif-komprehensif,
mahasiswa tersebut menyajikan data faktual mengenai kesiapan infrastruktur
serta tantangan adaptasi budaya belajar di kawasan IKN. Pengujian tesis
berlangsung dinamis dengan apresiasi tinggi dari para dewan penguji atas
ketajaman analisis dan relevansi aplikatif dari temuan yang dipaparkan.
Pengembangan konsep sekolah masa depan ini berkolaborasi langsung
dengan pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 11 (Sustainable
Cities and Communities). Dalam paparannya, disimulasikan bagaimana modul
pembelajaran berbasis ekologi dan literasi digital dapat membentuk karakter
siswa SD yang tanggap terhadap isu iklim dan keberlanjutan. Gagasan ini
memposisikan sekolah dasar di IKN bukan sekadar tempat belajar konvensional,
melainkan sebagai pusat inovasi sosial dan inkubator generasi emas sejak usia
dini.
Para penguji dan pakar pendidikan dasar UNESA menilai bahwa kontribusi
pemikiran putra daerah asal IKN ini menjadi cetak biru (blueprint)
penting bagi pembuat kebijakan. Keberhasilan mempertahankan tesis ini
membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu menghadirkan riset berkelas
internasional yang memadukan kearifan lokal dengan visi global. Sinergi antara
perguruan tinggi dan calon pemimpin pendidikan daerah dinilai sebagai kunci
utama dalam merajut pemerataan mutu pendidikan di seluruh pelosok Nusantara.
Keberhasilan mempertahankan tesis ini menandai langkah nyata kontribusi
akademisi S2 Pendidikan Dasar UNESA dalam mengawal agenda PBB hingga tahun
2030. Inovasi sekolah masa depan asal IKN ini diharapkan segera
direalisasikan menjadi kebijakan konkret yang menginspirasi transformasi
sekolah dasar di Indonesia. Masa depan pendidikan yang inklusif, hijau, dan
berkualitas tinggi kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan komitmen nyata
yang siap diwujudkan.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah