Mahasiswa S2 Dikdas UNESA Mengakselerasi Mutu Pendidikan Global Melalui Program Magang Internasional di SIKL Malaysia
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebanyak 19
mahasiswa S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
melaksanakan program internship (magang) internasional di Sekolah
Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, demi memperkuat kompetensi pedagogik
lintas budaya pada Senin (11/5). Kehadiran delegasi akademis ini didampingi
langsung oleh Koordinator Program Studi (Koorprodi) S2 Dikdas UNESA beserta
jajaran dosen pembimbing senior. Langkah strategis ini dirancang untuk
memberikan pengalaman mengajar langsung di sekolah Indonesia luar negeri
sekaligus memetakan tantangan pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia
yang berada di wilayah Malaysia.
Program magang
internasional ini menjadi sangat krusial karena mengintegrasikan pilar-pilar
penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs Target
4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Di SIKL, para mahasiswa pascasarjana
ditantang untuk menyusun rancangan pembelajaran berbasis inovasi digital dan
inklusivitas yang adaptif terhadap kurikulum nasional maupun muatan lokal internasional.
Dengan menghadirkan metodologi pengajaran berbasis proyek (project-based
learning), dosen dan mahasiswa UNESA berkolaborasi aktif untuk meruntuhkan
sekat keterbatasan ruang belajar menjadi ekosistem kelas yang interaktif bagi
anak-anak Indonesia di luar negeri.
Selain aspek pedagogik,
kegiatan magang ini secara mendalam menyentuh SDGs Target 10 mengenai
Berkurangnya Kesenjangan. Melalui interaksi intensif selama proses magang,
mahasiswa S2 Dikdas UNESA berupaya menyetarakan mutu layanan edukasi yang
diterima oleh anak-anak ekspatriat dan pekerja migran agar memiliki daya saing
yang setara dengan siswa di tanah air. Koorprodi S2 Dikdas UNESA menegaskan
bahwa keterlibatan para dosen dalam supervisi langsung bertujuan untuk
mengaudit efektivitas metode pengajaran yang diterapkan, sekaligus melakukan
transfer pengetahuan demi membangun keadilan sosial melalui jalur pendidikan
yang inklusif di kancah regional.
Pihak Sekolah Indonesia
Kuala Lumpur menyambut hangat sinergi strategis ini karena dianggap memberikan
suntikan energi segar bagi pengembangan kurikulum sekolah. Berbagai fakta
lapangan dan temuan riset yang dikumpulkan oleh 19 mahasiswa selama magang ini
akan dikonversi menjadi artikel ilmiah bereputasi serta rekomendasi kebijakan
kurikulum pascasarjana yang berwawasan global. Sudut pandang yang komprehensif
ini membuktikan bahwa luaran magang tidak hanya sekadar pemenuhan SKS akademik,
melainkan sebuah kontribusi nyata dalam melahirkan praktisi pendidikan dasar
yang responsif terhadap dinamika geopolitik global.
Melalui keberhasilan
inisiasi internasional pada pertengahan Mei ini, UNESA semakin mengukuhkan
posisinya sebagai pionir dalam mencetak pendidik masa depan yang berwawasan
global. Komitmen berkelanjutan dalam menyukseskan agenda SDGs ini diharapkan
mampu memperluas jejaring kemitraan strategis dengan institusi internasional
lainnya di masa mendatang. Pada akhirnya, kontribusi nyata dari kolaborasi
antara universitas, sekolah, dan dosen pembimbing ini akan menjadi katalis
utama dalam menciptakan pemerataan akses serta akselerasi mutu pendidikan bagi
seluruh anak bangsa di mana pun mereka berada.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah