Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar UNESA Perdalam Wawasan Pendidikan Melalui Outting Class di Universitas Kasetsart Thailand
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebagai bagian dari pengayaan akademik dan memperluas wawasan lintas negara, mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan kegiatan Outting Class di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pembangunan, Kamphaeng Saen, Kasetsart University, Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8 Mei 2026 ini menjadi momen penting dalam menjembatani teori dan praktik pendidikan, sekaligus mempererat kerja sama akademik antara kedua institusi pendidikan.
Kegiatan outting class ini dikemas dengan materi yang sangat relevan dengan perkembangan pendidikan masa kini, salah satunya adalah sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menyajikan pemaparan teori dan konsep dasar penerapan AI, tetapi juga dilibatkan langsung dalam sesi praktik. Di bawah bimbingan para tenaga pengajar setempat, para peserta berkesempatan mencoba berbagai alat dan aplikasi berbasis AI yang dapat diterapkan dalam pengajaran di tingkat pendidikan dasar, sehingga mereka memahami cara kerja, manfaat, serta tantangan integrasi teknologi ini di ruang kelas.
Puncak kegiatan diisi dengan Forum Akademik yang sangat menarik dan mendalam, yang disampaikan langsung oleh dosen Kasetsart University, yaitu Asst. Prof.Dr.Theerasak Soykeeree. Dalam sesi ini, beliau mengangkat topik utama mengenai tren pengembangan kurikulum yang diterapkan di Thailand maupun di Indonesia. Pemaparan ini membahas persamaan, perbedaan, serta tujuan utama dari penyusunan kurikulum di kedua negara, termasuk bagaimana masing-masing negara menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman, kemajuan teknologi, serta karakteristik peserta didik yang berkembang terus-menerus.
Forum akademik tersebut berjalan sangat interaktif, dimana para mahasiswa S2 Pendidikan Dasar UNESA dapat bertanya, berdiskusi, dan bertukar pandangan langsung dengan pemateri. Diskusi mendalam mencakup bagaimana kurikulum di Thailand merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, bagaimana penanaman nilai budaya dan karakter dikaitkan dengan materi pelajaran, serta bagaimana Indonesia menerapkan prinsip-prinsip yang sama melalui kurikulum yang sedang berjalan saat ini. Pertukaran gagasan ini membuka wawasan baru bagi seluruh peserta mengenai berbagai pendekatan inovatif dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar.
Kegiatan Outting Class ini dinilai sangat bermanfaat dan memberikan nilai tambah yang besar bagi pengembangan kompetensi siswa. Pengalaman mempelajari teknologi AI dalam pendidikan serta memahami dinamika kurikulum di dua negara yang berbeda menjadi bekal berharga yang dapat diterapkan dalam studi maupun penelitian mereka sebelumnya. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan, sehingga semakin banyak siswa dan dosen yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, berbagi ilmu, dan memperkuat kolaborasi pendidikan internasional demi kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah