Membangun Infrastruktur Data: Penggunaan Canva untuk Menyajikan Data Kualitas Air Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak merupakan hak dasar manusia sekaligus target utama dalam SDG 6. Di tingkat sekolah dasar, isu ini dapat diperkenalkan secara kontekstual melalui proyek pemantauan kualitas air sekolah yang berbasis data sederhana. Dalam kegiatan ini, Canva dimanfaatkan sebagai alat visualisasi untuk mengolah dan menyajikan data hasil pengujian air menjadi infografis yang informatif dan mudah dipahami oleh seluruh warga sekolah. Pendekatan ini membantu siswa memahami bahwa data ilmiah dapat digunakan untuk kepentingan bersama dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Proyek dimulai dengan kegiatan eksperimen sederhana, seperti mengamati kejernihan air, mengukur tingkat pH menggunakan alat uji sederhana, atau membandingkan sumber air yang digunakan di lingkungan sekolah. Data yang diperoleh siswa kemudian dicatat secara sistematis sebelum diolah menggunakan Canva. Melalui platform ini, siswa belajar memilih bentuk visual yang tepat, seperti diagram batang untuk membandingkan kualitas air antar lokasi atau ikon visual untuk menunjukkan tingkat kelayakan air. Proses ini membuat data yang awalnya abstrak menjadi lebih konkret dan komunikatif.
Penggunaan Canva dalam penyajian data melatih kemampuan literasi visual dan numerasi siswa secara bersamaan. Siswa tidak hanya membaca angka, tetapi juga belajar menafsirkan makna di balik data tersebut. Mereka memahami bahwa visualisasi yang baik dapat membantu orang lain lebih cepat memahami informasi penting. Kesadaran ini menumbuhkan pemahaman bahwa data memiliki peran strategis dalam memengaruhi kebijakan, misalnya mendorong perbaikan fasilitas sanitasi jika ditemukan kualitas air yang kurang layak.
Infografis hasil karya siswa kemudian dipajang di papan informasi sekolah atau dibagikan secara digital melalui media komunikasi sekolah. Publikasi ini mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan fasilitas sekolah, sejalan dengan nilai-nilai SDG 16. Siswa merasa memiliki peran nyata dalam menjaga lingkungan sekolah, karena temuan mereka dapat memicu diskusi dan tindakan lanjutan dari pihak sekolah maupun komite orang tua.
Pada akhirnya, Canva berfungsi sebagai jembatan antara kegiatan sains praktis dan komunikasi publik di pendidikan dasar. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai penyampai pesan penting tentang keberlanjutan sumber daya air. Pengalaman ini menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta membentuk sikap tanggung jawab terhadap lingkungan yang akan terbawa hingga dewasa.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia