Membawa Cahaya Iman: Misi Kemanusiaan S2 Dikdas UNESA Salurkan Al-Quran dan Perlengkapan Ibadah untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Program Studi
S2 Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
(Unesa) menunjukkan aksi nyata kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada
korban bencana banjir di Aceh Tamiang. Dr. Farida Istianah, M.Pd., selaku
perwakilan dari S2 Dikdas Unesa, secara resmi menyerahkan donasi yang terkumpul
dari civitas akademika kepada warga terdampak bencana alam yang melanda
Provinsi Aceh.
Bantuan ini merupakan
respons terhadap musibah banjir bandang dan luapan sungai yang melanda beberapa
wilayah di Aceh, dengan dampak terparah terjadi di Aceh Tamiang. Jejak lumpur
dan garis air setinggi 5meter masih membekas jelas di dinding rumah-rumah
warga, gedung pemerintahan, hingga fasilitas pendidikan. Banyak sekolah yang
mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang tertimbun hingga tak lagi terlihat
bangunannya.
Hasil galang dana
kolektif civitas akademika S2 Dikdas Unesa diwujudkan dalam bentuk bantuan
berupa Al-Quran, perlengkapan ibadah seperti mukena, serta sejumlah uang tunai.
Bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak para pengungsi di posko darurat
untuk mengganti pakaian dan peralatan ibadah yang rusak terendam banjir. Dr.
Farida yang berinteraksi langsung dengan warga merasakan haru mendalam ketika
menyaksikan bantuan perlengkapan ibadah tersebut disambut dengan tangis syukur
sebagai penyambung napas spiritual mereka di tengah kesulitan.
Melalui aksi kemanusiaan
ini, S2 Dikdas Unesa membuktikan komitmennya untuk hadir dalam berbagai gerakan
sosial di tingkat nasional. Kehadiran S2 Dikdas di tengah para penyintas
menjadi pengingat bahwa esensi pendidikan sejati terwujud dalam ketajaman empati
dan aksi nyata di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan tidak hanya
memberikan bantuan materiil, tetapi juga dukungan moral agar korban bencana
segera bangkit kembali. Sinergi kemanusiaan seperti ini diharapkan terus
dipupuk demi menguatkan tali persaudaraan antarwilayah di Indonesia dan membawa
harapan baru bagi masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Aceh Tamiang.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah