Menyambung Pilar Spiritual Saat Jarak Tak Lagi Berarti bagi Kemanusiaan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Program Studi S2 Pendidikan Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan aksi
nyata kemanusiaan terhadap sesama. Pada pekan ini, Dr. Farida Istianah, M.Pd.,
selaku perwakilan dari S2 Dikdas Unesa, secara resmi menyerahkan bantuan donasi
untuk warga yang terdampak bencana alam di wilayah Provinsi Aceh.
Bantuan ini diberikan sebagai
respons atas musibah banjir bandang dan luapan sungai yang melanda beberapa
titik di Aceh, dengan dampak terparah berada di wilayah Aceh Tamiang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bencana
ini setidaknya berdampak pada lebih dari 12.000 jiwa dan memaksa ribuan warga
mengungsi akibat pemukiman yang terendam air hingga ketinggian yang sangat
parah, mencapai 4 hingga 5 meter di beberapa lokasi.
Saat meninjau lokasi, kondisi tempat
ibadah pun tak kalah menyayat hati; beberapa masjid ditemukan runtuh total,
sementara yang lain hanya menyisakan kerangka fisik dan pondasi yang
pembangunannya terhenti akibat terjangan banjir. "Ada kesedihan yang
mendalam saat melihat masjid masih berupa kerangka di tengah warga yang sedang
kesulitan. Melalui donasi S2 Dikdas ini, kami menyisihkan bantuan untuk
pembangunan masjid dengan harapan menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi
para dosen dan mahasiswa, sekaligus menjadi tempat bernaung bagi spiritualitas
warga," ungkap Dr. Farida saat prosesi penyerahan. Beliau berharap bahwa
pulihnya rumah ibadah akan menjadi awal bangkitnya kekuatan batin masyarakat
yang sempat terguncang.
Aksi galang dana kolektif civitas
akademika S2 Dikdas Unesa ini diwujudkan dalam bentuk bantuan meliputi pakaian
layak pakai, alat sholat berupa mukena dan sarung, serta sejumlah uang tunai.
Penyerahan bantuan ini difokuskan pada kebutuhan tersebut karena merupakan
barang mendesak yang dibutuhkan para pengungsi di posko darurat untuk mengganti
pakaian dan peralatan ibadah yang rusak terendam banjir. Dr. Farida juga
berinteraksi langsung dengan warga, merasakan haru yang mendalam saat bantuan
perlengkapan ibadah tersebut disambut tangis syukur sebagai penyambung napas
spiritual mereka.
Melalui
donasi ini, S2 Dikdas Unesa berkomitmen untuk terus hadir dalam berbagai aksi
sosial di tingkat nasional. Kehadiran S2 Dikdas di tengah para penyintas ini
menjadi pengingat bahwa esensi pendidikan yang sesungguhnya mewujud pada
ketajaman empati dan aksi nyata di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan
tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memberikan dukungan moral
bagi para korban agar segera bangkit pascabencana. Sinergi seperti ini
diharapkan dapat terus dipupuk demi menguatkan tali persaudaraan antar-wilayah
di Indonesia, membawa fajar baru yang lebih cerah bagi masa depan Aceh Tamiang.
###
Penulis: Indriani Dwi Febrianti