MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DENGAN PENDEKATAN ETHNO CIVIC SEBAGAI PENGUATAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN PEMAHAMAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR
DICKY LISTIANA
NIM. 24010855099
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterampilan abad ke-21, khususnya kolaborasi dan pemahaman kewarganegaraan pada siswa sekolah dasar. Pada Bab 1 menguraikan latar belakang masalah yang berfokus pada rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran konvensional serta kurangnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam proses belajar. Peneliti menawarkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) berbasis Ethno Civic sebagai solusi inovatif yang tidak hanya menekankan pada penyelesaian proyek nyata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal untuk memperkuat karakter dan pemahaman kewarganegaraan siswa. Rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian dijelaskan secara sistematis, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pada bab 2 menyajikan kajian teori yang mendasari penelitian ini. Teori utama yang digunakan adalah Experiential Learning Theory dari David Kolb, yang menekankan bahwa pembelajaran efektif terjadi melalui siklus pengalaman langsung, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Selain itu, teori sosial kognitif juga digunakan untuk menjelaskan bagaimana interaksi sosial dan lingkungan budaya memengaruhi pembentukan karakter dan pemahaman siswa. Konsep PjBL dijelaskan sebagai pendekatan yang berpusat pada siswa, mendorong mereka untuk bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Ethno Civic sebagai pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran turut dijelaskan sebagai landasan penting dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab. Kajian pustaka juga mencakup hasil hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan efektivitas PjBL dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman kewarganegaraan. Pada bab 3 membahas metode penelitian yang digunakan, yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh langkah, meskipun dalam penelitian ini hanya digunakan sebagian tahapan yang relevan. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar, dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur kepraktisan, kemenarikan, dan validitas media pembelajaran yang dikembangkan. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, sedangkan uji coba dilakukan dalam skala terbatas untuk memperoleh data empiris terkait efektivitas modul ajar PjBL berbasis Ethno Civic. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menafsirkan hasil angket dan observasi. Pada bab 4 menyajikan hasil dan pembahasan dari proses pengembangan media pembelajaran. Modul ajar yang dikembangkan dinilai sangat layak berdasarkan hasil validasi dari para ahli, dengan skor tinggi pada aspek bahasa, tampilan, implementasi, dan materi. Respon siswa terhadap modul ajar juga menunjukkan tingkat kemenarikan yang tinggi, di mana siswa merasa lebih termotivasi, tidak jenuh, dan lebih aktif dalam pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul ajar PjBL berbasis Ethno Civic mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman kewarganegaraan siswa secara signifikan. Proyek-proyek yang dilakukan siswa, seperti pelestarian lingkungan dan dokumentasi budaya lokal, memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat keterampilan sosial mereka melalui kerja tim dan interaksi dengan lingkungan sekitar.