Nur Aini Ochtafiya Mengoptimalkan Dampak Modul STEAMS Melalui Forum Kemendikdasmen 2026
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Mahasiswa
S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nur Aini
Ochtafiya, secara nyata mengoptimalkan hilirisasi modul inovatif "Sekolah
Ramah Iklim" berbasis STEAMS Aqua Farming ke panggung akademis
nasional. Langkah strategis tersebut ia tunjukkan saat terpilih sebagai peserta
dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Artikel Ilmiah OJS Didaktika
Pendidikan Dasar 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan
Dasar Kemendikdasmen di Yogyakarta pada 27–30 April 2026. Kehadiran delegasi
Unesa di forum prestisius ini bertujuan untuk memvalidasi perangkat ajar ramah
lingkungan secara ilmiah sekaligus menyebarluaskan praktik baik demi
menyukseskan target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Partisipasi Nur Aini dalam bimtek nasional
ini menjadi jembatan krusial untuk mentransformasi temuan riset dari sekadar
proyek kelas menjadi kebijakan instruksional yang berdampak luas. Melalui
artikel ilmiah yang kini tengah ditinjau untuk publikasi di Jurnal Didaktika
Pendidikan Dasar, inovasi STEAMS Aqua Farming direview secara akademik
oleh para pakar nasional. Sudut pandang ini tidak hanya memperkuat validitas
metodologi Design Thinking yang ia kembangkan, tetapi juga membuka ruang
kolaborasi dan pertukaran ide bersama para pendidik terpilih dari berbagai
wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Secara metodologis, optimalisasi dampak modul
ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 4 (Quality Education)
melalui penguatan kapasitas dan kompetensi pedagogis guru sekolah dasar. Nur
Aini memaparkan bahwa diseminasi ilmiah merupakan langkah awal sebelum
melakukan pelatihan guru secara masif di lapangan. Melalui pemahaman konseptual
yang matang, para guru di berbagai daerah nantinya akan dibekali kemampuan
untuk merancang versi modul yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif
terhadap karakteristik serta ketersediaan sumber daya di sekolah masing-masing.
Lebih dari sekadar pemenuhan publikasi,
strategi penyebaran modul ini dirancang sebagai motor penggerak aksi iklim yang
sejalan dengan target SDG 13 (Climate Action) dan SDG 11 (Sustainable
Cities and Communities). Dengan membagikan formula integrasi teknologi AI
dan pertanian sirkulasi tertutup (closed-loop system) kepada guru-guru
di tingkat nasional, Unesa turut mengambil peran dalam menduplikasi model eco-friendly
learning space ke berbagai sekolah dasar di luar Jawa. Fakta ini menegaskan
bahwa luaran riset mahasiswa pascasarjana mampu memberikan solusi konkret atas
isu degradasi lingkungan yang diajarkan sejak usia dini.
Keberhasilan Nur Aini Ochtafiya dalam
menembus forum Kemendikdasmen 2026 ini membuktikan komitmen tinggi S2 Dikdas
Unesa dalam melahirkan akademisi yang solutif dan berdaya saing global. Proses
bimbingan teknis di Yogyakarta ini menjadi batu loncatan penting agar modul
"Sekolah Ramah Iklim" dapat diadopsi ke dalam kebijakan kurikulum
nasional secara berkelanjutan. Sinergi antara inovasi mahasiswa, validasi
akademis, dan dukungan pemerintah diharapkan mampu mempercepat lahirnya
sekolah-sekolah dasar masa depan yang ramah iklim demi tercapainya agenda besar
SDGs 2030.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah