Nur Aini Ochtafiya Meraih Medali Emas Olimpiade Nasional Lewat Inovasi STEAMS Sekolah Ramah Iklim demi SDGs 4
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar (Dikdas) Pascasarjana, Nur Aini
Ochtafiya, sukses menggebrak dunia pendidikan dengan menyabet prestasi
tertinggi meraih Medali Emas pada ajang bergengsi Kompetisi Sains Nasional
(Olimpiade) VII tingkat Nasional di Makassar. Prestasi gemilang ini berhasil
direbut berkat peluncuran karya inovasi pembelajaran lingkungan mutakhirnya
yang bertajuk STEAMS Sekolah Ramah Iklim.
Inovasi mutakhir peraih emas ini
mengintegrasikan empat komponen sains sekaligus, yaitu Modul Berbasis Design
Thinking, Multimoda Workbook Project, Audio Visual Book berbasis
Gemini AI, serta produk purwarupa (prototype). Struktur pembelajaran di
dalamnya memuat tujuh tahapan logis: Empathize, Define, Ideate, Prototype,
Test, Present, serta Refleksi. Melalui pendekatan lintas disiplin ilmu
tersebut, Nur Aini berhasil mengawinkan pilar teknologi kecerdasan buatan
dengan aksi mitigasi ekologi nyata, memosisikan siswa sekolah dasar bukan lagi
sebagai objek penonton, melainkan subjek kreator penemu solusi atas krisis
iklim.
Secara metodologis, implementasi modul ini
berdampak langsung pada pemenuhan target SDG 4 (Quality Education)
melalui penyediaan perangkat ajar yang inklusif, inovatif, dan berdiferensiasi.
Di sisi lain, isu kelangkaan air dan kebersihan sanitasi dikupas tuntas melalui
aksi penghematan daur ulang air pada sistem pertanian-perikanan sirkulasi
tertutup (closed-loop system), yang secara substansial berkontribusi
pada pemenuhan target SDG 6 (Clean Water and Sanitation). Siswa diajak
melakukan observasi empiris di lingkungan domestik sekolah demi mengubah cara
pandang mereka terhadap pemanfaatan energi terbarukan.
Dampak ekologis dari proyek ini bahkan meluas
melampaui batas ruang kelas tradisional hingga menyentuh pilar SDG 11 (Sustainable
Cities and Communities) dan SDG 13 (Climate Action). Fakta di
lapangan membuktikan bahwa kehadiran produk fisik karya siswa berupa Aqua
Farming (budidaya ikan-tanaman) serta Komposter Cair efektif mengurangi
volume limbah katering dan menciptakan ruang belajar hijau yang ramah ekosistem
(eco-friendly learning space). Dokumentasi pengalaman merawat lingkungan
tersebut kemudian diunggah menjadi buku audio-visual digital, menyebarluaskan
praktik baik penyelamatan bumi ke masyarakat luas.
Keberhasilan luar biasa Nur Aini Ochtafiya di
kancah nasional ini membuktikan bahwa institusi pascasarjana S2 Dikdas memegang
peranan penting dalam mereformasi arah kurikulum masa depan yang adaptif.
Raihan medali emas di Makassar ini menjadi bukti nyata bahwa gagasan akademis
teoretis mampu menjelma menjadi prestasi praktis yang solutif di tangan
pendidik yang progresif. Melalui penguatan kesadaran metakognitif sejak usia
dini, inovasi ini optimis mampu melahirkan agen perubahan masa depan yang siap
mengawal keberlanjutan kelestarian lingkungan global demi tercapainya agenda
besar SDGs 2030 @teacherfiya.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah