Profesor Malaysia Membedah Kekuatan Riset Kualitatif di Forum Akademik UNESA
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam upaya
meningkatkan kualitas riset pendidikan dasar bertaraf internasional, Program
Studi S2 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kuliah
tamu Visiting Professor. Acara yang berlangsung secara hibrida ini
menghadirkan pakar pendidikan ternama asal Universitas Pendidikan Sultan Idris
(UPSI) Malaysia, Prof. Dr. Nordin Mamat. Mengusung tema "The Power of
Qualitative Research in Understanding Teaching and Learning", forum
ilmiah ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa magister dan akademisi yang antusias
memperdalam metodologi riset kualitatif dalam dinamika pembelajaran sekolah
dasar.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Nordin Mamat menekankan bahwa pendekatan
kualitatif bukan sekadar metode pengumpulan data, melainkan instrumen krusial
untuk menyelami kompleksitas interaksi di dalam ruang kelas. Riset kualitatif
dinilai mampu menangkap nuansa emosional, budaya belajar, hingga tantangan
psikologis siswa yang sering kali luput dari angka-angka kuantitatif. Fakta di
lapangan menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap perilaku belajar murid
menjadi kunci utama dalam merancang strategi pedagogi yang adaptif,
kontekstual, dan humanis di jenjang pendidikan dasar.
Inisiatif akademik ini berikatan erat dengan pencapaian SDG 4 (Quality
Education), khususnya dalam mendorong riset-riset pendidikan yang mampu
menghasilkan solusi nyata bagi pemerataan mutu pembelajaran. Melalui analisis
kualitatif yang tajam, para peneliti S2 Dikdas didorong untuk menghasilkan
karya ilmiah yang berfokus pada inklusivitas, kesejahteraan mental siswa, serta
pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguatan
metodologi riset ini menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan magister
yang responsif terhadap isu-isu pendidikan global.
Para peserta dan pengamat pendidikan menyambut positif kolaborasi lintas
negara ini sebagai langkah strategis dalam memperluas cakrawala berpikir
mahasiswa pascasarjana. Diskusi interaktif yang terbangun memperlihatkan
tingginya kebutuhan akademisi akan pendekatan penelitian yang fleksibel namun
tetap memiliki kedalaman metodologis. Sinergi internasional antara UNESA dan
UPSI Malaysia ini membuktikan bahwa pertukaran gagasan ilmiah merupakan mesin
penggerak utama dalam mempercepat transformasi kualitas pembelajaran di kawasan
Asia Tenggara.
Kuliah tamu ini menegaskan komitmen UNESA dalam melahirkan peneliti
pendidikan dasar yang bernalar kritis dan berwawasan global. Dengan menguasai
kekuatan riset kualitatif, para calon magister diharapkan mampu membongkar akar
masalah pembelajaran di sekolah dasar dan merumuskan inovasi pedagogi yang
berdampak luas. Kolaborasi ilmu pengetahuan ini menjadi bukti nyata bahwa
pemahaman mendalam atas proses belajar-mengajar adalah kunci utama menuju masa
depan pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah