S2 DIKDAS UNESA GELAR MIMBAR ILMIAH, ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA PADA BUKU CERITA DIGITAL
S2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya — Program Pascasarjana Pendidikan Dasar (S2 Dikdas) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menyelenggarakan acara ilmiah bertajuk Mimbar Ilmiah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara berani melalui platform Zoom Meeting ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas akademik untuk meningkatkan pemahaman terkait perkembangan dasar pendidikan di era digital. Pada kesempatan kali ini, acara mengangkat tema “Kemampuan Pemahaman Siswa pada Buku Cerita Digital dengan Analisis Keterbacaan Fry”, yang dibawakan oleh berbagai pihak termasuk pelajar, dosen, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.
Narasumber utama pada acara ini adalah Prof. Hendratno, M.Hum., yang menjabat sebagai dosen S2 Pendidikan Dasar FIP UNESA. Dalam paparannya, beliau membahas secara mendalam tentang pentingnya ukuran kemampuan pemahaman siswa terhadap konten buku cerita digital yang semakin banyak digunakan dalam pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah bentuk media pembelajaran, termasuk buku cerita yang kini hadir dalam format digital yang lebih interaktif dan menarik bagi anak-anak.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah penerapan analisis keterbacaan Fry sebagai alat evaluasi ilmiah. Instrumen analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat kesulitan bacaan berdasarkan jumlah suku kata dan kalimat dalam teks, sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyusun buku cerita digital yang sesuai dengan kemampuan siswa. Narasumber juga menguraikan bagaimana grafik keterbacaan Fry dapat membantu pendidik dalam mencapai seberapa efektif buku cerita digital tersebut dalam meningkatkan pemahaman literasi siswa di berbagai tingkatan usia.
Acara ini tidak hanya berupa paparan materi, melainkan juga memberikan ruang diskusi yang aktif bagi seluruh peserta. Banyak pertanyaan dan masukan yang diajukan terkait penerapan analisis praktis keterbacaan Fry dalam pengembangan buku cerita digital di sekolah-sekolah, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasinya. Peserta juga berbagi pengalaman terkait penggunaan buku cerita digital dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga menjadikan diskusi semakin kaya dan bermakna.
Panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada narasumber yang telah menyampaikan materi dengan jelas dan mendalam, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias hingga akhir acara. Harapan besar dari kegiatan ini adalah pemahaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam praktik pendidikan, khususnya dalam pengembangan literasi dasar di Indonesia. Dengan demikian, buku cerita digital dapat menjadi sarana pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa di masa depan.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah