WhatsApp Web untuk Literasi Data: Mengirimkan Notifikasi “Cuaca Besok” kepada Orang Tua
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Komunikasi yang efektif antara sekolah dan keluarga merupakan elemen penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan, sejalan dengan SDG 17 tentang kemitraan. WhatsApp Web dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi berbasis data, salah satunya melalui notifikasi prakiraan cuaca besok yang dikirimkan kepada orang tua. Informasi ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif karena mendorong pengambilan keputusan yang lebih tepat terkait aktivitas belajar dan kesehatan siswa.
Dalam praktiknya, guru dapat melibatkan siswa dalam proses pengumpulan dan perumusan informasi cuaca. Siswa, misalnya dari kelompok sains, diminta membaca prakiraan cuaca dari sumber resmi seperti BMKG, kemudian menyusun ringkasan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Pesan yang disampaikan melalui WA Web berisi data cuaca besok beserta imbauan sederhana yang relevan dengan kondisi tersebut.
Penggunaan WA Web versi desktop memudahkan guru dalam mengelola pesan secara lebih rapi dan terstruktur. Guru dapat menjadwalkan pengiriman informasi, memastikan tidak ada data yang terlewat, serta menjaga konsistensi penyampaian pesan kepada seluruh orang tua. Dengan tampilan layar yang lebih besar, proses penulisan dan pengecekan pesan juga menjadi lebih akurat.
Notifikasi cuaca besok ini berkontribusi pada peningkatan literasi data siswa dan orang tua. Siswa belajar bahwa data cuaca dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, sementara orang tua terbantu dalam menyiapkan kebutuhan anak, seperti pakaian, bekal, atau perlengkapan pendukung lainnya. Kebiasaan ini secara perlahan membangun pola pikir berbasis data dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pemanfaatan WhatsApp Web sebagai media notifikasi cuaca tidak hanya memperkuat komunikasi sekolah dan rumah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim sejak dini. Sekolah dasar berperan aktif dalam membangun budaya pengambilan keputusan yang rasional, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia