Anak Indonesia di Era Dunia Tanpa Batas
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Perkembangan teknologi informasi yang pesat
telah membawa dampak signifikan pada kehidupan anak-anak Indonesia, baik di
perkotaan maupun di daerah. Di berbagai wilayah di Indonesia, anak-anak kini
dapat mengakses informasi global hanya melalui satu sentuhan layar. Fenomena
ini menjadi perhatian dalam dunia pendidikan, karena terjadi pergeseran pola
belajar dan interaksi sosial yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pendidikan
nilai dan pendampingan digital yang memadai.
Dengan kemudahan akses internet,
anak-anak Indonesia kini tumbuh dalam ekosistem global. Mereka dapat belajar
dari berbagai sumber internasional, mengikuti kelas daring dari luar negeri,
bahkan berinteraksi dalam forum digital lintas negara. Kondisi ini menunjukkan
bahwa dunia kini tidak lagi memiliki batas fisik dalam proses belajar dan
berinteraksi.
Namun, keterbukaan terhadap dunia
global ini juga menimbulkan tantangan baru. Konten digital yang tidak sesuai
usia, kecanduan perangkat elektronik, serta penurunan interaksi sosial secara
langsung menjadi masalah yang muncul di banyak lingkungan pendidikan. Selain
itu, lemahnya literasi digital dan minimnya pengawasan dari orang tua atau
pendidik kerap membuat anak-anak rentan terhadap pengaruh negatif dari dunia
maya.
Peran orang tua dan guru menjadi
sangat krusial dalam membentuk karakter anak di tengah dunia tanpa batas ini.
Orang tua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga mendampingi dan
memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak. Demikian pula,
guru harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman dan memfasilitasi
pembelajaran berbasis digital tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan
nasional.
Pendidikan karakter, literasi
digital, serta penguatan nilai kebangsaan harus menjadi bagian integral dari
kurikulum. Pendidikan yang mengakar pada budaya lokal namun mampu menjawab
tantangan global perlu diterapkan secara konsisten agar anak-anak Indonesia
dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas secara intelektual dan matang secara
emosional serta sosial.
Era dunia tanpa batas tidak dapat
dihindari, namun harus dihadapi dengan strategi pendidikan yang tepat.
Pemerintah, sekolah, dan keluarga perlu bersinergi dalam menciptakan ekosistem
pendidikan yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Dengan bekal
karakter yang kuat, keterampilan digital yang mumpuni, serta pemahaman akan
identitas bangsa, anak-anak Indonesia diharapkan mampu menjadi generasi yang
siap bersaing di tingkat global tanpa kehilangan akar budayanya sendiri.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Google