Belajar Arti Merdeka: Dari Kelas ke Kehidupan Nyata
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Menjelang peringatan Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah sekolah mengadakan rangkaian kegiatan
pembelajaran bertema kemerdekaan. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan
sekolah dan diikuti oleh para siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Tujuan
utamanya adalah menanamkan pemahaman mendalam tentang arti kemerdekaan, tidak
hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai nilai yang relevan dalam
kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran tematik tentang kemerdekaan dilakukan melalui berbagai
pendekatan kreatif, mulai dari diskusi kelompok, presentasi, drama kolaboratif,
hingga proyek sosial di lingkungan sekitar sekolah. Guru tidak lagi hanya
menyampaikan fakta sejarah, tetapi juga mengajak siswa untuk merefleksikan arti
kebebasan dalam konteks kekinian. Misalnya, dalam pelajaran PPKn dan Bahasa
Indonesia, siswa diminta untuk menulis esai atau puisi yang merefleksikan arti
merdeka dalam kehidupan mereka—seperti bebas berpendapat, bebas memilih
cita-cita, hingga bebas dari tekanan perundungan di sekolah.
Pembelajaran mengenai kemerdekaan tidak hanya berhenti di ruang
kelas. Beberapa sekolah mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai
kemerdekaan dalam kehidupan nyata. Salah satunya dengan melibatkan siswa dalam
kegiatan pengabdian sosial, seperti membantu warga di sekitar sekolah,
mengadakan bakti lingkungan, atau kampanye kesadaran hak dan tanggung jawab
warga negara. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami makna merdeka secara
teoritis, tetapi juga mengalaminya secara langsung dalam tindakan nyata. Mereka
diajak untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berempati
terhadap sesama.
Guru berperan penting dalam membentuk pola pikir siswa agar mampu
melihat kemerdekaan sebagai ruang tumbuh, bukan hanya bebas tanpa batas. Dalam
setiap kegiatan, guru menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan
penghargaan terhadap perbedaan. Sikap merdeka yang dibangun bukanlah
semata-mata kebebasan individual, melainkan kebebasan yang menghargai hak orang
lain.
Kegiatan pembelajaran bertema kemerdekaan yang dilaksanakan di
sekolah bukan sekadar agenda tahunan dalam rangka memperingati 17 Agustus.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai kebangsaan
yang relevan dalam dinamika kehidupan siswa. Dengan membawa semangat
kemerdekaan dari kelas ke kehidupan nyata, sekolah telah berperan aktif dalam
mencetak generasi muda yang merdeka dalam berpikir, berperilaku, dan
berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Pinterest