Canva Membuat Anak SD Lebih Percaya Diri dalam Presentasi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era digital saat
ini, kemampuan presentasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu
dimiliki anak sejak dini. Bagi siswa Sekolah Dasar (SD), berbicara di depan
kelas seringkali menimbulkan rasa gugup dan kurang percaya diri. Canva hadir
sebagai solusi kreatif yang dapat membantu anak-anak mengekspresikan ide mereka
secara visual. Dengan tampilan yang sederhana dan fitur yang menarik, Canva
memudahkan siswa untuk membuat presentasi yang informatif sekaligus
menyenangkan.
Canva menyediakan berbagai template
yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tema materi pelajaran. Anak-anak
dapat memilih warna, font, dan ilustrasi sesuai kreativitas mereka tanpa harus
menguasai keterampilan desain yang rumit. Hal ini memberi anak rasa kontrol dan
kebanggaan terhadap hasil karyanya. Saat anak melihat presentasi mereka tampil
menarik, motivasi untuk berbicara di depan kelas meningkat secara signifikan.
Selain aspek visual, Canva juga
melatih kemampuan anak dalam menyusun informasi secara sistematis. Anak belajar
membuat slide yang ringkas, padat, dan mudah dipahami audiens. Proses ini tidak
hanya melatih logika berpikir, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi
mereka. Dengan memiliki materi yang tersusun rapi, anak merasa lebih siap dan
percaya diri saat mempresentasikan ide di depan teman-temannya.
Penggunaan Canva dalam pembelajaran
juga mendorong kolaborasi antar siswa. Mereka dapat bekerja dalam kelompok
untuk membuat presentasi bersama, saling memberikan masukan, dan belajar
menghargai pendapat teman. Aktivitas kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan
keterampilan sosial, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri karena anak
merasa didukung oleh teman-temannya.
Dengan berbagai manfaat yang
ditawarkan, Canva menjadi alat pembelajaran yang efektif untuk mendukung
pengembangan percaya diri anak SD dalam presentasi. Anak tidak hanya belajar
membuat presentasi yang menarik, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi,
berpikir kritis, dan bekerja sama. Melalui pengalaman positif ini, anak akan
lebih berani berbicara di depan publik dan siap menghadapi tantangan akademik
maupun sosial di masa depan.
###
Penulis: Sabila Widyawati