Digitalisasi Bahasa: Memanfaatkan Teknologi untuk Bahasa Inggris di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Implementasi
Bahasa Inggris wajib di SD tahun 2026 berjalan beriringan dengan akselerasi
digitalisasi pendidikan di seluruh pelosok nusantara. Pemerintah mulai
mendistribusikan perangkat tablet dan akses internet guna menunjang
pembelajaran bahasa yang interaktif dan berbasis multimedia. Penggunaan
kecerdasan buatan (AI) kini menjadi tumpuan utama untuk menjembatani
kekurangan guru profesional, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih
personal dan mendalam bagi setiap siswa.
Teknologi dianggap mampu
memecahkan masalah fonetik dan aksen yang selama ini menjadi kendala utama
dalam pengajaran di sekolah dasar. Melalui video interaktif dan perangkat lunak
pengenal suara, siswa dapat berlatih pengucapan (pronunciation) secara
mandiri dengan standar internasional yang akurat. Hal ini secara signifikan
dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi tanpa rasa takut
melakukan kesalahan gramatikal yang kaku di depan teman-temannya.
Namun, digitalisasi
memunculkan tantangan baru terkait "kesenjangan digital" yang masih
nyata di wilayah terpencil. Sekolah tanpa listrik dan sinyal internet stabil
akan mengalami ketertinggalan ganda jika kurikulum ini hanya berbasis pada perangkat
digital modern. Pemerintah harus menjamin bahwa modul cetak dan metode luar
jaringan (luring) tetap tersedia dengan kualitas yang sama baiknya agar prinsip
keadilan pendidikan tetap terjaga.
Para pakar mengingatkan
bahwa gawai hanyalah alat bantu, bukan pengganti peran guru dalam memberikan
konteks sosial bahasa. Bahasa adalah aktivitas sosial yang memerlukan interaksi
antarmanusia untuk membangun pemahaman emosional dan etika berkomunikasi. Oleh
karena itu, integrasi teknologi dalam kurikulum Bahasa Inggris di SD harus
tetap didampingi oleh pendidik yang mampu mengarahkan penggunaan gawai ke
hal-hal yang produktif dan etis.
Kesuksesan kebijakan ini
akan menjadi bukti sejauh mana infrastruktur digital nasional mampu menopang
ambisi peningkatan mutu SDM kita. Jika dikelola dengan tepat, teknologi akan
menjadi katalisator yang mempercepat penguasaan bahasa internasional di tingkat
dasar secara masif. Kita sedang menuju era di mana ruang kelas sekolah dasar
tidak lagi dibatasi oleh dinding geografi, berkat jembatan bahasa global di
ujung jari.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah