EKSPLORASI IPA LEBIH MENARIK DENGAN MEDIA DIORAMA MINI EKOSISTEM
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran IPA mengenai ekosistem kini dikemas lebih kreatif
dengan penggunaan diorama mini. Pendekatan ini membuat siswa Sekolah Dasar
dapat memahami hubungan antar komponen ekosistem secara lebih nyata,
menyenangkan, dan mudah dipahami.
Dalam
proses pembelajaran, guru memberikan pengantar mengenai jenis-jenis ekosistem,
seperti ekosistem darat dan ekosistem air. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam
kelompok kecil untuk membuat diorama mini yang menggambarkan ekosistem pilihan
mereka. Bahan yang digunakan sederhana dan mudah ditemukan, seperti kardus
bekas, tanah liat, kertas warna, kapas, hingga potongan ranting.
Selama
kegiatan, siswa diajak mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam
ekosistem, mulai dari komponen biotik seperti tumbuhan, hewan, dan manusia,
hingga komponen abiotik seperti tanah, air, cahaya matahari, dan udara. Guru
juga mendorong siswa untuk menunjukkan hubungan timbal balik antar makhluk
hidup dalam ekosistem, misalnya melalui rantai makanan sederhana.
Kegiatan
pembuatan diorama membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Siswa terlihat
antusias berdiskusi, membagi tugas, serta menyusun bentuk dan penempatan
unsur-unsur dalam diorama. Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan ini
melatih keterampilan motorik halus, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan
komunikasi antarsiswa.
Setelah
diorama selesai, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan
hasil karya mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi
juga membantu siswa mengasah kemampuan berbicara dan menjelaskan konsep dengan
bahasa sendiri.
Penggunaan
diorama mini sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang
bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dengan melihat dan membangun sendiri
model ekosistem, siswa lebih mudah memahami keterkaitan antar makhluk hidup
serta pentingnya menjaga keseimbangan alam. Pendekatan seperti ini diharapkan
dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembelajaran IPA yang aktif, kreatif,
dan berpusat pada siswa.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik