Evaluasi Pembelajaran sebagai Proses Edukatif di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Evaluasi pembelajaran sering dipahami sebatas penilaian hasil belajar. Dalam pendidikan dasar, evaluasi seharusnya dipandang sebagai proses edukatif. Evaluasi membantu guru memahami perkembangan siswa. Siswa juga belajar dari proses evaluasi. Penilaian menjadi bagian dari pembelajaran.
Secara teoritis, evaluasi formatif menjadi landasan penting. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan. Fokusnya pada proses dan perkembangan siswa. Guru menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. Evaluasi menjadi alat refleksi pedagogis.
Dalam praktik pembelajaran SD, evaluasi dapat dilakukan melalui observasi dan portofolio. Tes bukan satu-satunya alat penilaian. Guru menilai proses dan partisipasi siswa. Umpan balik diberikan secara konstruktif. Evaluasi mendukung motivasi belajar siswa.
Pendekatan evaluasi edukatif menuntut perubahan paradigma. Guru perlu memandang evaluasi sebagai alat belajar. Siswa tidak merasa tertekan. Lingkungan kelas menjadi lebih suportif. Evaluasi dilakukan secara manusiawi.
Dengan demikian, evaluasi pembelajaran memperkuat kualitas pendidikan dasar. Penilaian tidak hanya mengukur, tetapi juga mendidik. Sekolah menjadi ruang belajar yang reflektif. Pendidikan dasar berorientasi pada perkembangan siswa.
Penulis: Aida Meilina