Green School Hadirkan Green Mind – Mengubah Paradigma Pendidikan Lingkungan untuk Siswa
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Paradigma lama pendidikan lingkungan yang hanya fokus pada transfer pengetahuan telah digantikan oleh pendekatan baru melalui program Green Mind di Green School. Sekolah menyadari bahwa pendidikan lingkungan yang efektif tidak hanya tentang mengajarkan fakta dan angka, tetapi juga tentang membangun hubungan emosional dan pemahaman mendalam antara siswa dan alam.
Konsep baru ini melihat pendidikan lingkungan sebagai bagian integral dari perkembangan pribadi siswa. Alih-alih menjadi mata pelajaran tersendiri yang hanya diambil pada jam tertentu, pemahaman tentang alam disertakan ke dalam kurikulum seluruh sekolah. Setiap mata pelajaran memiliki komponen yang menghubungkan materi dengan isu lingkungan, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata.
Salah satu perubahan utama dalam paradigma ini adalah pergeseran dari pendekatan yang bersifat pasif menjadi aktif. Siswa tidak lagi hanya mendengarkan penjelasan guru tentang alam, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek-proyek yang memiliki dampak nyata pada lingkungan sekitar. Misalnya, siswa bekerja sama untuk merestorasi area taman sekolah yang terabaikan atau mengembangkan sistem pengumpulan air hujan untuk keperluan sekolah.
Program Green Mind juga mengedepankan pemikiran kritis dan kreativitas dalam menghadapi masalah lingkungan. Siswa diajarkan untuk menganalisis masalah lingkungan yang ada di sekitar mereka, mengidentifikasi akar penyebabnya, dan mengembangkan solusi yang inovatif dan dapat diterapkan. Pendekatan ini membantu siswa untuk tidak hanya menjadi pelaku yang bertanggung jawab, tetapi juga pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan.
Dengan mengubah paradigma pendidikan lingkungan, Green School berharap dapat mencetak generasi muda yang memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian alam. Program Green Mind diharapkan dapat menjadi model bagi pendidikan lingkungan di masa depan, dimana pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter dan sikap yang positif terhadap alam.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah