Hari Ibu Menguatkan Pendidikan Nilai Tanggung Jawab pada Anak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Hari Ibu dapat dijadikan momentum penting untuk menanamkan nilai tanggung jawab kepada siswa sekolah dasar. Pada usia ini, anak sedang berada dalam tahap pembentukan kebiasaan dan karakter dasar yang akan memengaruhi sikap mereka di masa depan. Ibu sering menjadi sosok utama yang berinteraksi langsung dengan anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki peran besar dalam membimbing anak agar terbiasa menjalankan tanggung jawab sederhana sejak dini.
Dalam keseharian di rumah, ibu mengajarkan anak untuk menyelesaikan tugas-tugas kecil seperti merapikan tempat tidur, menyiapkan perlengkapan sekolah, hingga mengerjakan pekerjaan rumah. Kebiasaan tersebut melatih anak untuk memahami bahwa setiap tugas memiliki kewajiban yang harus diselesaikan. Nilai tanggung jawab yang ditanamkan secara konsisten membantu anak lebih siap menghadapi tuntutan pembelajaran di sekolah dasar.
Di lingkungan sekolah, nilai tanggung jawab tercermin dalam sikap siswa saat mengerjakan tugas, mengikuti aturan, dan menghargai waktu belajar. Anak yang terbiasa dibimbing ibu di rumah cenderung lebih mandiri dan disiplin di sekolah. Melalui peringatan Hari Ibu, guru dapat mengajak siswa merefleksikan peran ibu dalam membentuk kebiasaan positif tersebut, misalnya dengan kegiatan menulis cerita atau diskusi sederhana tentang tanggung jawab yang diajarkan ibu di rumah.
Selain itu, keteladanan ibu dalam menjalankan peran sehari-hari juga menjadi contoh nyata bagi anak. Anak melihat bagaimana ibu bertanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sekitar. Pengalaman ini membentuk pemahaman anak bahwa tanggung jawab bukan sekadar perintah, melainkan sikap hidup yang harus dijalani dengan kesadaran dan komitmen. Proses ini sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar.
Dengan menjadikan Hari Ibu sebagai sarana penguatan pendidikan nilai tanggung jawab, pendidikan dasar turut mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap hidup siswa. Kolaborasi antara peran ibu di rumah dan pembelajaran di sekolah membantu menciptakan generasi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa