Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Integrasi teknologi menjadi isu penting dalam pendidikan dasar kontemporer. Teknologi menawarkan peluang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Namun, integrasi teknologi perlu dilakukan secara pedagogis, bukan sekadar teknis. Sekolah dasar harus memanfaatkan teknologi secara bijak dan kontekstual. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.
Secara teoritis, penggunaan teknologi dalam pembelajaran sejalan dengan teori pembelajaran multimodal. Anak belajar melalui berbagai saluran seperti visual, audio, dan kinestetik. Teknologi memungkinkan penyajian materi yang lebih variatif. Guru dapat memanfaatkan media digital untuk menjelaskan konsep abstrak. Hal ini membantu siswa memahami materi dengan lebih baik.
Dalam praktik pembelajaran SD, teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran tematik. Video, gambar interaktif, dan aplikasi sederhana dapat dimanfaatkan. Misalnya, dalam pembelajaran cuaca, siswa dapat mengamati video fenomena alam. Aktivitas ini memperkaya pemahaman siswa. Teknologi menjadi alat bantu, bukan tujuan utama.
Namun, integrasi teknologi juga memiliki tantangan. Guru perlu memiliki literasi digital yang memadai. Penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan siswa. Selain itu, aspek etika dan keamanan digital perlu diperhatikan. Pendidikan dasar harus membekali siswa dengan sikap bijak dalam menggunakan teknologi.
Dengan demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran SD memerlukan perencanaan yang matang. Teknologi harus mendukung tujuan pedagogis. Guru berperan penting dalam mengarahkan penggunaan teknologi. Pendidikan dasar yang adaptif terhadap teknologi akan relevan dengan tuntutan zaman.
Penulis: Aida Meilina