Isu Keagamaan dan Nasional Jadi Materi Kontekstual SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Topik-topik aktual seperti puasa, Hari Ibu, dan Natal semakin sering dijadikan materi kontekstual dalam pembelajaran di sekolah dasar. Guru menyesuaikan penyampaian materi dengan usia, latar belakang, serta keberagaman siswa agar pembelajaran tetap inklusif dan mudah dipahami. Pendekatan ini membuat kelas lebih relevan dengan kehidupan nyata yang dialami siswa sehari-hari.
Dengan mengaitkan materi pelajaran pada peristiwa yang sedang terjadi, pembelajaran menjadi lebih dekat dan bermakna bagi siswa. Anak tidak merasa asing dengan topik yang dibahas karena mereka telah melihat atau mengalami langsung dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini membantu siswa menghubungkan pengetahuan sekolah dengan pengalaman pribadi.
Pendekatan kontekstual ini terbukti dapat meningkatkan minat belajar dan partisipasi siswa. Siswa lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat karena topik yang dibahas terasa nyata dan dekat dengan kehidupan mereka. Kelas pun menjadi lebih hidup, komunikatif, dan reflektif.
Selain itu, penggunaan isu aktual mendorong siswa untuk berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sosialnya. Anak belajar memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap peristiwa, seperti kesabaran dalam puasa, kasih sayang dalam Hari Ibu, serta toleransi dalam perayaan Natal. Nilai-nilai ini ditanamkan secara alami melalui pembelajaran.
Secara keseluruhan, pemanfaatan topik aktual dalam pembelajaran membantu siswa memahami nilai sosial dan budaya sejak dini. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan dasar untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap sosial yang baik, toleran, dan berkarakter, sesuai dengan nilai Pancasila dan prinsip pendidikan multikultural.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti