KEGIATAN BERKEBUN SEBAGAI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Di tengah tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran
bermakna dan kontekstual, kegiatan berkebun menjadi salah satu pendekatan yang
relevan diterapkan di sekolah dasar. Berkebun tidak hanya sekadar menanam dan
merawat tanaman, tetapi juga merupakan media pembelajaran yang menyatukan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
Dalam
kegiatan berkebun, siswa dapat belajar konsep dasar IPA seperti pertumbuhan
tanaman, kebutuhan makhluk hidup, hingga proses fotosintesis. Semua ini terjadi
secara langsung di lingkungan nyata, sehingga pemahaman siswa menjadi lebih
dalam karena mereka mengalami sendiri proses belajar melalui praktik. Selain
aspek sains, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung
jawab, kerja sama, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih
dari itu, kegiatan berkebun bisa diintegrasikan ke dalam berbagai mata
pelajaran. Dalam matematika, misalnya, siswa bisa belajar mengukur jarak tanam
atau menghitung jumlah hasil panen. Dalam Bahasa Indonesia, mereka dapat
menuliskan laporan kegiatan atau membuat puisi tentang alam. Semua aktivitas
ini membentuk pengalaman belajar yang utuh dan terhubung dengan kehidupan
sehari-hari.
Dengan
pendekatan yang menyenangkan, kontekstual, dan menyeluruh, berkebun di sekolah
dasar bukan hanya menjadi sarana untuk mengajarkan ilmu pengetahuan alam,
tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter anak sejak dini. Sekolah
yang memanfaatkan kegiatan seperti ini turut serta menciptakan generasi
pembelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berbudaya.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik