Kendala di Lapangan: Mengapa Target “Nol Sekolah Rusak” Sulit Dicapai?
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Target “Nol Sekolah Rusak” menghadapi berbagai kendala di lapangan yang membuatnya sulit dicapai. Salah satu kendala utama adalah masalah anggaran yang terbatas. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini seringkali tidak cukup untuk memperbaiki semua sekolah yang rusak di seluruh Indonesia.
Kendala lainnya adalah masalah birokrasi yang panjang. Proses pencairan dana yang lambat dan kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan perbaikan sekolah. Selain itu, masalah pengadaan barang dan jasa juga dapat menghambat terlaksananya program.
Selain itu, kurangnya tenaga ahli dan material bangunan di daerah-daerah terpencil juga menjadi kendala yang serius. Sulit untuk menemukan tenaga ahli yang kompeten dan material bangunan yang berkualitas di daerah-daerah terpencil. Hal ini dapat menyebabkan kualitas perbaikan sekolah menjadi kurang baik.
Faktor geografis dan cuaca ekstrem juga dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Daerah-daerah yang sulit dijangkau dan sering dilanda bencana alam membutuhkan upaya yang lebih besar untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak.
Untuk mengatasi kendala-kendala ini, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang konkret. Pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk program ini, mengoordinasikan proses birokrasi, dan meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pelatihan tenaga ahli dan memastikan ketersediaan material bangunan di daerah-daerah terpencil.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah