Kolaborasi Manusia dan Mesin: AI sebagai Mitra yang Kuatkan Sistem Pendidikan
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Konsep kolaborasi manusia dan mesin telah menjadi inti dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di dunia pendidikan, kolaborasi ini tidak hanya tentang penggunaan AI sebagai alat bantu, tetapi juga tentang membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara guru dan teknologi untuk memperkuat sistem pendidikan secara keseluruhan. Dengan kerja sama yang baik, kedua pihak dapat memberikan kontribusi terbaik mereka untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal.
Peran AI sebagai mitra dalam sistem pendidikan terletak pada kemampuannya untuk mengolah dan menganalisis data dengan skala dan kecepatan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. AI dapat mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar setiap siswa, tren dalam hasil pendidikan, dan efektivitas metode pengajaran yang digunakan. Data ini kemudian dapat diolah menjadi wawasan yang berharga bagi guru dan pembuat kebijakan untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Di wilayah Jawa Timur, khususnya di Surabaya, kemitraan antara guru dan AI telah memberikan dampak positif yang terlihat pada berbagai aspek sistem pendidikan. Misalnya, dalam pengelolaan sekolah, AI digunakan untuk membantu dalam perencanaan jadwal pelajaran yang efisien, mengelola inventaris fasilitas pendidikan, dan menjaga kepatuhan terhadap standar pendidikan nasional. Guru dapat fokus pada tugas inti mereka sebagai pendidik, sementara AI menangani berbagai aspek operasional yang membutuhkan akurasi dan efisiensi tinggi.
Salah satu contoh nyata kolaborasi ini adalah dalam program bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang memiliki kesulitan akademik. AI digunakan untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan, menyusun program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dan mengendalikan perkembangan mereka secara teratur. Guru kemudian memberikan bimbingan langsung, menggunakan data dari AI sebagai panduan untuk mengatur materi dan metode pembelajaran yang paling efektif. Hasilnya, banyak siswa yang mampu meningkatkan nilai dan pemahaman mereka terhadap materi yang sebelumnya dianggap sulit.
Masa depan sistem pendidikan yang kuat akan semakin bergantung pada kemampuan untuk membangun kolaborasi yang efektif antara manusia dan mesin. Hal ini membutuhkan komitmen dari semua pihak terkait untuk terus mengembangkan teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan, memberikan pelatihan yang memadai bagi guru, dan menciptakan kebijakan yang mendukung integrasi teknologi dengan baik. Dengan demikian, AI dapat benar-benar menjadi mitra yang dipercaya dalam memperkuat sistem pendidikan dan mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah