Pahlawan di Mata Anak: Pendidikan Karakter di Bulan Agustus
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Memasuki bulan Agustus yang
identik dengan peringatan kemerdekaan, sekolah-sekolah memanfaatkan momentum
ini untuk mengajarkan nilai-nilai kepahlawanan kepada siswa. Melalui berbagai
kegiatan pendidikan karakter, guru berupaya menanamkan rasa hormat dan
penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa. Lingkungan sekolah
menjadi ruang penting di mana anak-anak belajar memaknai arti perjuangan dan pengorbanan
dengan cara yang sesuai usia mereka.
Bulan Agustus memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena
menjadi momen peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Momentum ini dimanfaatkan oleh
sekolah untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai perjuangan, keberanian,
dan semangat pantang menyerah. Anak-anak diperkenalkan pada tokoh-tokoh
pahlawan nasional yang telah berjuang demi kemerdekaan, baik melalui
pembelajaran di kelas maupun kegiatan nonformal.
Pendidikan karakter bertema kepahlawanan diwujudkan dalam beragam
bentuk kegiatan, antara lain:
1. Upacara bendera dan renungan singkat, yang memuat pesan moral
tentang pengorbanan para pahlawan.
2. Lomba bercerita atau mendongeng kisah pahlawan, yang membantu
anak mengembangkan rasa kagum dan inspirasi dari tokoh tersebut.
3. Karya seni bertema kemerdekaan, seperti menggambar atau membuat
kolase tokoh pahlawan nasional.
4. Pemutaran film dokumenter dan diskusi sederhana, agar anak
memahami perjuangan dalam konteks sejarah yang nyata.
Guru berperan sebagai fasilitator yang menjembatani cerita sejarah
menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Dengan bahasa yang sederhana dan
metode yang kreatif, guru membantu siswa menghubungkan nilai-nilai kepahlawanan
dengan kehidupan sehari-hari, seperti keberanian mengatakan kebenaran, saling
menolong, dan menjaga persatuan.
Pendidikan karakter di bulan Agustus bukan hanya perayaan
seremonial, tetapi sarana membentuk generasi yang memiliki kesadaran sejarah
dan kebanggaan nasional. Melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus sarat
makna, anak-anak dapat menempatkan pahlawan sebagai teladan hidup, bukan
sekadar sosok dalam buku pelajaran. Dengan begitu, nilai-nilai kepahlawanan
dapat terus hidup di hati generasi muda dan menjadi bekal dalam menghadapi
tantangan masa depan.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Google