Peningkatan Keterampilan Berbicara: Siswa SD Berlatih Berdialog Bahasa Inggris dengan Chatbot Berbasis AI
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Salah satu hambatan terbesar dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) adalah minimnya kesempatan bagi siswa untuk berlatih berbicara secara spontan tanpa rasa takut dihakimi. Model AI generatif, melalui fitur chatbot berbasis suara atau teks, kini menjadi solusi inovatif yang menyediakan mitra bicara virtual yang sabar dan selalu tersedia, secara efektif meningkatkan keterampilan berbicara (speaking skill) siswa.
Integrasi chatbot AI memungkinkan siswa SD untuk terlibat dalam latihan dialog yang berulang dan personal. Siswa dapat diminta untuk memulai percakapan sederhana dengan chatbot tentang topik sehari-hari, seperti memesan makanan, memperkenalkan diri, atau mendeskripsikan hewan peliharaan. Chatbot dapat diprogram untuk memberikan respons yang relevan, memperbaiki kesalahan tata bahasa siswa, dan bahkan memberikan kosa kata baru secara real-time.
Keuntungan utama dari chatbot adalah mengurangi kecemasan siswa. Berinteraksi dengan mesin menghilangkan tekanan psikologis yang dirasakan siswa saat berbicara di depan teman sekelas atau guru. Lingkungan bebas nilai ini mendorong siswa untuk bereksperimen dengan bahasa, mencoba kalimat yang lebih kompleks, dan mengulang latihan sebanyak yang mereka perlukan hingga mereka merasa percaya diri dengan pengucapan dan struktur kalimat mereka.
Selain sebagai mitra bicara, chatbot juga dapat berfungsi sebagai simulasi situasi. Guru dapat menyiapkan skenario, misalnya 'Berkunjung ke Kebun Binatang' atau 'Membeli Tiket Bus', dan meminta siswa berdialog dengan AI yang berperan sebagai petugas atau penjual. Latihan berbasis skenario ini membuat pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih kontekstual dan aplikatif, mempersiapkan siswa SD untuk komunikasi di dunia nyata.
Secara keseluruhan, penggunaan chatbot AI telah memberikan dimensi baru pada pengajaran Bahasa Inggris di SD. Dengan menyediakan lingkungan latihan yang aman, personal, dan tanpa henti, teknologi ini berhasil mengatasi keterbatasan waktu dan sumber daya guru, mempercepat proses pemerolehan kefasihan lisan siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa kedua.