Peran Guru SD dalam Praktik Pembelajaran Berbasis Nilai Sosial
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Guru sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk nilai sosial siswa. Pembelajaran di SD tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan akademik. Ia juga berfungsi sebagai wahana internalisasi nilai dan norma sosial. Guru menjadi figur teladan dalam sikap dan perilaku. Oleh karena itu, praktik pembelajaran harus sarat dengan nilai sosial.
Secara teoretis, pendidikan nilai berakar pada pandangan bahwa sekolah merupakan agen sosialisasi. Anak belajar nilai melalui interaksi dan pengalaman belajar. Nilai tidak cukup diajarkan secara verbal, tetapi harus dipraktikkan. Guru perlu menciptakan situasi belajar yang mencerminkan nilai-nilai positif. Pembelajaran menjadi sarana pembentukan karakter.
Dalam konteks pembelajaran SD, nilai sosial dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran. Materi IPS dan PPKn secara eksplisit memuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Namun, nilai juga dapat disisipkan dalam pembelajaran IPA dan Bahasa Indonesia. Diskusi kelompok dan kerja sama menjadi media penanaman nilai. Siswa belajar menghargai perbedaan dan pendapat orang lain.
Praktik pembelajaran berbasis nilai juga menuntut konsistensi guru. Sikap guru dalam menghadapi siswa menjadi contoh nyata. Lingkungan kelas yang demokratis dan inklusif mendukung pembelajaran nilai. Guru perlu reflektif terhadap praktik pembelajarannya. Dengan demikian, nilai tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam keseharian.
Dengan demikian, guru SD memiliki peran sentral dalam praktik pembelajaran berbasis nilai sosial. Pendidikan dasar menjadi fondasi pembentukan karakter sosial anak. Integrasi nilai dalam pembelajaran memperkuat fungsi pendidikan secara holistik. Sekolah dasar berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang beradab dan berkeadilan.
Penulis: Aida Meilina