Program “Temanku Guru Seharian” di SD Latih Kepemimpinan dan Empati
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di sebuah sekolah
dasar, suasana belajar tampak berbeda dari biasanya. Bukan guru yang memegang
kendali di depan kelas, melainkan para siswa sendiri yang bergantian menjadi
“guru” bagi teman-temannya. Program bertajuk “Temanku Guru Seharian” ini menjadi cara unik sekolah untuk
menumbuhkan rasa tanggung jawab, percaya diri, dan kepemimpinan sejak dini.
Anak-anak yang terpilih akan menyiapkan materi sederhana, menjelaskan dengan
bahasa mereka sendiri, dan mengajak teman-teman berdiskusi dengan cara yang
menyenangkan. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan
umum, tetapi juga membantu siswa memahami betapa pentingnya peran seorang guru
dalam membimbing dan menginspirasi.
Selain menumbuhkan jiwa
kepemimpinan, program ini juga menanamkan nilai empati. Saat menjadi “guru”,
siswa belajar memahami perbedaan kemampuan dan karakter teman-temannya. Mereka
ditantang untuk sabar, peduli, serta mampu menyesuaikan cara mengajar agar
semua bisa mengikuti. Banyak guru mengakui, kegiatan ini membuat anak-anak
lebih menghargai usaha guru sekaligus menumbuhkan solidaritas antar siswa.
Melalui pengalaman langsung ini, nilai-nilai kepemimpinan dan empati tidak
hanya diajarkan lewat teori, tetapi benar-benar tumbuh dari pengalaman nyata di
dalam kelas.
###
Penulis: Sabila Widyawati