Sekolah Dasar dan Pembelajaran Berbasis Nilai Kewargaan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendidikan kewargaan merupakan bagian penting dalam pendidikan dasar. Sekolah dasar menanamkan nilai kebangsaan dan demokrasi. Anak belajar menjadi warga yang bertanggung jawab. Pembelajaran kewargaan tidak hanya bersifat teoritis. Ia diwujudkan dalam praktik sehari-hari.
Secara teoritis, pendidikan kewargaan berakar pada konsep civic education. Pendidikan membentuk kesadaran hak dan kewajiban. Anak belajar memahami aturan dan nilai sosial. Guru berperan sebagai teladan. Pembelajaran menjadi sarana internalisasi nilai.
Dalam praktik pembelajaran SD, nilai kewargaan dapat diintegrasikan dalam PPKn dan IPS. Diskusi tentang kehidupan bersama menjadi materi pembelajaran. Siswa belajar menghargai perbedaan. Aktivitas kelas mencerminkan prinsip demokrasi. Pembelajaran menjadi kontekstual.
Nilai kewargaan juga ditanamkan melalui budaya sekolah. Aturan kelas dibuat bersama. Siswa belajar bertanggung jawab. Guru membimbing proses tersebut. Sekolah menjadi miniatur masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan kewargaan memperkuat peran sekolah dasar. Pendidikan dasar membentuk warga negara sejak dini. Pembelajaran berkontribusi pada kehidupan demokratis. Sekolah dasar menjadi fondasi kebangsaan.
Penulis: Aida Meilina