Sekolah Dasar dan Pembentukan Kemandirian Belajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Kemandirian belajar menjadi tujuan penting dalam pendidikan dasar. Sekolah dasar merupakan tahap awal pembentukan sikap belajar. Anak perlu dibiasakan bertanggung jawab terhadap belajarnya. Kemandirian tidak muncul secara instan. Ia dibentuk melalui proses yang berkelanjutan.
Secara teoritis, kemandirian belajar berakar pada teori self-regulated learning. Siswa belajar mengatur tujuan dan strategi belajarnya. Guru berperan sebagai pembimbing. Pembelajaran mendorong siswa berpikir reflektif. Anak belajar mengenali proses belajarnya.
Dalam praktik pembelajaran SD, kemandirian dapat dilatih melalui aktivitas sederhana. Siswa diberi kesempatan memilih dan merencanakan tugas. Guru memberikan bimbingan sesuai kebutuhan. Pembelajaran menjadi lebih partisipatif. Siswa merasa memiliki proses belajar.
Pembentukan kemandirian juga membutuhkan lingkungan yang mendukung. Guru perlu memberikan kepercayaan kepada siswa. Kesalahan dipandang sebagai bagian dari belajar. Sekolah membangun budaya belajar yang positif. Kemandirian tumbuh melalui kebiasaan.
Dengan demikian, pembentukan kemandirian belajar memperkuat pendidikan dasar. Sekolah menjadi ruang pembelajaran aktif. Siswa tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pendidikan dasar berkontribusi pada kesiapan belajar di jenjang berikutnya.
Penulis: Aida Meilina