STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK KELAS AWAL
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses belajar
siswa. Di kelas awal (kelas 1–3 SD), anak-anak tidak hanya belajar mengeja dan
mengucapkan kata, tetapi juga mulai memahami isi bacaan. Jika tahap ini
terlewati dengan baik, maka anak akan lebih siap dalam menerima pelajaran lain
yang membutuhkan pemahaman teks. Sebaliknya, jika siswa mengalami hambatan
membaca, maka proses belajar mereka bisa terganggu secara keseluruhan.
Beberapa tantangan umum yang dihadapi siswa kelas awal
dalam belajar membaca antara lain:
- Kurangnya
minat baca karena bacaan yang tidak menarik
- Penggunaan
metode yang kurang variatif dan membosankan
- Keterbatasan
kemampuan fonologis dan kosa kata dasar
Beberapa pendekatan yang terbukti efektif dalam
pembelajaran membaca kelas awal meliputi:
- Membaca
Nyaring dan Bersama (Shared Reading)
Guru membacakan cerita dengan intonasi menarik sambil menunjukkan teks, membantu siswa mengenali kata dan makna secara bersamaan. - Penggunaan Big
Book dan Buku Bergambar
Buku berukuran besar dengan ilustrasi menarik membantu anak memahami isi bacaan dan meningkatkan ketertarikan. - Pemberian
Umpan Balik Positif dan Dukungan Emosional
Anak-anak perlu merasa dihargai dalam setiap proses membaca, termasuk ketika mereka melakukan kesalahan.
Guru sebagai fasilitator perlu menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan dan interaktif. Sementara itu, keterlibatan orang tua
sangat penting untuk mendukung kebiasaan membaca di rumah. Kolaborasi keduanya
menjadi kunci keberhasilan literasi dini.
Kemampuan membaca di kelas awal bukan sekadar
keterampilan teknis, tetapi menjadi gerbang utama menuju pembelajaran yang
bermakna. Dengan strategi yang tepat, guru dan orang tua dapat bersama-sama
membantu anak mengembangkan kemampuan membaca secara optimal, sekaligus
menumbuhkan cinta mereka terhadap dunia literasi.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono
Dokumentasi: Freepik