Think, Create, and Care: Integrasi Canva dan SDGs dalam Pembelajaran Bermakna di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di tengah era digital dan tantangan globalisasi, pembelajaran di sekolah dasar kini diarahkan bukan hanya untuk mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga bijak secara sosial dan lingkungan. Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari integrasi Canva dalam pembelajaran berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kegiatan ini, guru tidak sekadar mengajarkan keterampilan desain, tetapi mengajak siswa memahami nilai-nilai keberlanjutan melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pendidikan. Dengan kata lain, pembelajaran tidak hanya menjawab “apa yang dipelajari”, tetapi juga “bagaimana” dan “untuk apa” ilmu itu digunakan dalam kehidupan nyata.
Secara ontologis, kegiatan ini menegaskan bahwa pengetahuan bukanlah kumpulan teori yang terpisah dari realitas, melainkan hasil dari pengalaman konkret siswa dalam berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Saat siswa membuat poster digital bertema SDGs seperti “Zero Waste School” atau “Clean Water for All” menggunakan Canva, mereka belajar memahami hakikat keberlanjutan sebagai sesuatu yang nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak mengenali peran mereka sebagai bagian dari ekosistem bumi, sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan berakar pada realitas sosial serta lingkungan tempat mereka hidup.
Dari sisi epistemologis, penggunaan Canva dalam pembelajaran SD menunjukkan bagaimana pengetahuan diperoleh dan dikonstruksi secara aktif oleh siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang memandu proses eksplorasi ide, bukan sekadar pemberi informasi. Melalui desain poster, siswa belajar mencari data, menyeleksi informasi yang relevan, serta mengubahnya menjadi pesan visual yang komunikatif. Pendekatan ini sejalan dengan teori konstruktivisme Piaget, di mana pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan refleksi. Canva menjadi media yang memudahkan siswa untuk mengonversi ide abstrak menjadi karya visual yang bermakna, sambil melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka.
Sementara itu, pada ranah aksiologis, pembelajaran berbasis Canva dan SDGs ini menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Melalui desain yang mereka buat, siswa belajar bahwa ilmu dan teknologi seharusnya digunakan untuk kebaikan bersama. Poster kampanye tentang penghematan energi atau pelestarian lingkungan menjadi bentuk nyata penerapan nilai aksiologis dalam pendidikan dasar. Anak-anak memahami bahwa keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang dapat mereka ciptakan bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran berorientasi pada pembentukan karakter dan kesadaran global sejak dini.
Integrasi Canva dalam pembelajaran SD bukan sekadar penggunaan alat digital, melainkan wujud transformasi paradigma pendidikan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara ontologi (pemahaman hakikat belajar), epistemologi (cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologi (nilai dalam penerapan ilmu), kegiatan ini menciptakan ruang belajar yang hidup, kreatif, dan bermakna. Siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga digital changemakers yang mampu berpikir kritis, berkreasi dengan empati, dan bertindak untuk masa depan yang lebih baik. Dengan pembelajaran seperti ini, sekolah dasar berperan penting dalam membentuk generasi yang sadar global, berkarakter kuat, dan berjiwa berkelanjutan.
###
Penulis: Nindiana Eva Rosa Amalia
Dokumentasi: Google