Transformasi Pendidikan Dasar melalui Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Literasi Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi digital yang semakin masif telah mendorong terjadinya transformasi dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Sekolah tidak lagi hanya mengandalkan buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses informasi dan pengetahuan. Transformasi ini menjadi penting karena peserta didik hidup di era global yang menuntut kemampuan literasi, adaptasi, dan pemahaman lintas budaya sejak usia dini.
Dalam proses pembelajaran, guru memanfaatkan teknologi digital untuk membantu siswa memahami berbagai materi yang bersumber dari media daring. Teknologi digunakan sebagai sarana pendukung agar siswa dapat memahami isi bacaan, konteks pembelajaran, serta keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Guru tetap berperan aktif dalam membimbing dan mengarahkan agar penggunaan teknologi tidak menghilangkan proses berpikir kritis dan reflektif siswa.
Pemanfaatan teknologi digital juga berkontribusi pada pemerataan akses pendidikan. Siswa dengan latar belakang kemampuan akademik dan sosial yang beragam dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih setara. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh anak. Sekolah dasar menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Selain aspek akademik, guru juga menanamkan nilai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Siswa diajarkan untuk menggunakan teknologi secara bijak, tidak bergantung sepenuhnya, serta memahami batasan dalam pemanfaatannya. Pendidikan karakter tetap menjadi bagian integral dari pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan pengelolaan yang terarah, transformasi pendidikan berbasis teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kesiapan menghadapi tantangan global.
###
Penulis: Anisa Rahmawati