Translate Membantu Anak SD Belajar dari Dunia Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era digital yang
semakin maju, dunia terasa semakin terhubung. Anak-anak sekolah dasar (SD) kini
memiliki kesempatan untuk belajar tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi
juga dari berbagai sumber informasi global. Salah satu alat yang memudahkan
proses ini adalah teknologi translate atau penerjemah digital. Dengan adanya
translate, anak-anak dapat mengakses konten pendidikan, buku, artikel, dan
video dari berbagai negara, meskipun menggunakan bahasa asing yang belum mereka
kuasai.
Translate membantu anak SD memahami
materi pelajaran dari berbagai sumber internasional. Misalnya, mereka bisa
membaca cerita rakyat dari Jepang, belajar sains dari eksperimen di Amerika,
atau memahami budaya lain melalui artikel yang diterjemahkan ke bahasa
Indonesia. Proses ini tidak hanya memperluas wawasan mereka, tetapi juga
melatih kemampuan bahasa asing dan meningkatkan rasa ingin tahu.
Selain itu, translate juga mendukung
pembelajaran mandiri. Anak-anak dapat mengeksplorasi topik yang mereka minati
tanpa harus selalu bergantung pada guru. Misalnya, seorang siswa yang tertarik
pada astronomi bisa membaca penelitian terbaru dari luar negeri dan memahami
konsepnya melalui terjemahan. Dengan begitu, pengalaman belajar menjadi lebih
menyenangkan dan interaktif, sekaligus memupuk kemandirian belajar.
Penggunaan translate juga
mengajarkan anak SD untuk berpikir kritis. Mereka belajar membandingkan
informasi dari berbagai sumber dan memahami bahwa tidak semua konten asing
harus diterima begitu saja. Hal ini menumbuhkan sikap analitis sejak dini,
karena anak diajak untuk menilai kebenaran informasi sebelum memanfaatkannya
dalam kegiatan belajar.
Dengan bantuan translate,
pembelajaran anak SD tidak lagi terbatas pada buku pelajaran atau materi lokal.
Dunia global menjadi ruang belajar yang luas dan menarik. Anak-anak dapat
mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan bahasa dan budaya, yang
akan sangat berguna untuk masa depan mereka. Pemanfaatan teknologi ini
menegaskan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dari
siapa saja.
###
Penulis: Sabila Widyawati