Transparansi Anggaran “Nol Sekolah Rusak”: Mencegah Penyelewengan Dana
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Transparansi anggaran sangat penting dalam program “Nol Sekolah Rusak” untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana. Anggaran yang transparan akan memudahkan masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana dan memastikan bahwa dana digunakan secara tepat sasaran. Dengan demikian, program ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Pemerintah perlu membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai anggaran program “Nol Sekolah Rusak”. Pemerintah perlu mempublikasikan rincian anggaran, termasuk alokasi dana untuk setiap sekolah, proses pengadaan barang dan jasa, serta laporan keuangan. Informasi ini dapat dipublikasikan melalui situs pemerintah, media sosial, atau media massa.
Selain itu, pemerintah juga perlu membentuk tim pengawas independen yang bertugas mengawasi penggunaan dana program “Nol Sekolah Rusak”. Tim ini terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan dari organisasi masyarakat sipil. Tim ini berhak untuk mengakses semua dokumen yang terkait dengan anggaran program dan melakukan audit secara berkala.
Pemerintah juga perlu memberikan sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan penyelewengan dana program “Nol Sekolah Rusak”. Sanksi ini dapat berupa pemecatan, tuntutan pidana, atau pengembalian dana yang diselewengkan. Dengan memberikan sanksi yang tegas, pemerintah dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang bermaksud melakukan penyelewengan dana.
Dengan transparansi anggaran dan pengawasan yang ketat, program “Nol Sekolah Rusak” diharapkan dapat berjalan lebih akuntabel dan terhindar dari praktik korupsi. Dengan demikian, program ini dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah