Tren Pencarian Publik Cerminkan Kebutuhan Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Tren pencarian seperti doa buka puasa dan cek PIP mencerminkan adanya kebutuhan spiritual dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Fenomena ini tidak terlepas dari dinamika kehidupan sehari-hari, terutama menjelang bulan Ramadan dan dalam upaya memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Sekolah dasar merespons tren tersebut dengan pendekatan edukatif agar siswa mampu memahami realitas sosial secara sederhana dan positif.
Guru menjadikan fenomena yang sedang tren ini sebagai bahan diskusi ringan di kelas. Dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa, guru mengajak anak berdialog tentang makna puasa, pentingnya doa, serta peran bantuan pendidikan seperti PIP. Diskusi ini mendorong siswa untuk berpikir kritis sesuai tahap perkembangannya tanpa membebani mereka dengan persoalan yang terlalu kompleks.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak terlepas dari realitas sosial yang sedang terjadi. Sekolah tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga membantu siswa memahami lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan nyata siswa.
Melalui pengaitan isu aktual dengan materi pelajaran, siswa belajar mengenali nilai-nilai seperti syukur, empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Anak juga mulai memahami bahwa setiap fenomena sosial memiliki makna dan dapat dipelajari secara bijak melalui bimbingan guru.
Secara keseluruhan, pendekatan ini memperkuat peran pendidikan dasar dalam membentuk generasi yang berkarakter dan peka sosial. Sekolah dasar hadir sebagai ruang pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan masyarakat, sekaligus mendukung tujuan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menekankan pendidikan yang holistik, relevan, dan berorientasi pada pembentukan sikap serta nilai kehidupan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti