Akses Digital sebagai Modal Awal Pembentukan Mutu Belajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Mutu belajar tidak lahir dari ruang hampa. Ia
terbentuk dari berbagai modal awal yang dimiliki individu. Di era digital,
akses teknologi menjadi salah satu modal terpenting. Akses ini membuka pintu
menuju sumber pengetahuan yang luas. Tanpa akses, potensi belajar sulit
berkembang maksimal. Kesenjangan digital menunjukkan bahwa modal awal tidak
dimiliki secara merata. Ketimpangan ini berdampak langsung pada kualitas hasil
belajar. Mutu belajar akhirnya menjadi refleksi dari akses yang tersedia.
Akses digital
menyediakan peluang eksplorasi yang beragam. Individu dapat menyesuaikan gaya
belajar dengan preferensinya. Fleksibilitas ini meningkatkan efektivitas
belajar. Sebaliknya, keterbatasan akses memaksa individu bertahan pada metode
yang sempit. Potensi belajar pun tidak tergali sepenuhnya.
Modal akses juga
memengaruhi kemampuan belajar mandiri. Akses yang memadai memungkinkan
pencarian informasi secara aktif. Individu belajar mengelola proses belajarnya
sendiri. Kemandirian ini menjadi fondasi mutu belajar jangka panjang. Tanpa
akses, kemandirian sulit terbentuk.
Kesenjangan digital
turut memengaruhi kemampuan evaluasi informasi. Akses luas memungkinkan
perbandingan sumber dan validasi data. Proses ini melatih penilaian kritis.
Keterbatasan akses membuat evaluasi informasi menjadi terbatas. Mutu belajar
pun terpengaruh oleh kualitas informasi yang tersedia.
Aspek keberlanjutan
juga penting dalam modal akses. Akses yang tidak konsisten menghambat proses
belajar berkelanjutan. Proses belajar menjadi terputus-putus.
Ketidakterhubungan ini mengurangi kedalaman pemahaman. Mutu belajar membutuhkan
kesinambungan yang sulit tercapai tanpa akses stabil.
Modal akses tidak
berdiri sendiri. Ia berinteraksi dengan faktor lain seperti motivasi dan
lingkungan. Namun tanpa akses, faktor lain sulit berkembang optimal.
Kesenjangan digital memperlihatkan ketimpangan struktural dalam modal belajar.
Ketimpangan ini memerlukan perhatian serius.
Pada akhirnya, akses
digital berfungsi sebagai modal awal pembentukan mutu belajar. Ketika modal ini
tidak merata, hasil belajar pun timpang. Upaya peningkatan mutu belajar tidak
dapat dilepaskan dari agenda pemerataan akses digital.
###
Penulis: Resinta Aini
Zakiyah