Anak Belajar Arti Persahabatan Dunia lewat Terjemahan untuk Menguatkan Nilai Keadilan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Anak mengenal istilah persahabatan dari berbagai negara melalui
fitur terjemahan. Mereka mempelajari makna kata yang digunakan budaya lain
untuk menggambarkan hubungan yang baik. Kegiatan ini berkaitan dengan nilai
keadilan dalam SDGs nomor 16.
Pengenalan
istilah persahabatan dari berbagai bahasa memperluas cara anak memahami
hubungan antar manusia. Kata yang berbeda seperti friendship dari bahasa
Inggris atau amizade dari bahasa Portugis menunjukkan bahwa berbagai
negara memiliki cara unik untuk menggambarkan ikatan sosial. Melalui terjemahan
anak melihat bahwa walaupun kata yang digunakan berbeda makna yang disampaikan
selalu berhubungan dengan kebaikan saling menghargai dan saling membantu.
Mereka menemukan bahwa pesan persahabatan selalu bersifat universal dan tidak
dibatasi oleh budaya.
Pembahasan
mengenai persahabatan global juga membuka kesempatan bagi anak untuk melihat
nilai perdamaian sejak dini. Ketika membaca kalimat yang telah diterjemahkan
tentang kerja sama antar bangsa mereka mulai memahami bahwa hubungan baik bukan
hanya terjadi antar teman tetapi juga antar negara. Artikel sederhana yang
mereka baca sering menekankan bahwa dunia membutuhkan warga yang mau bekerja
sama tanpa memandang asal dan latar belakang. Dengan dukungan teknologi anak
dapat memahami pesan seperti ini jauh lebih mudah.
Dalam
percakapan ringan anak mendefinisikan kembali arti adil melalui contoh yang
mereka temukan pada teks terjemahan. Mereka menjelaskan bahwa adil berarti
memberikan kesempatan yang sama kepada teman untuk berbicara bermain dan
belajar. Penjelasan ini muncul setelah mereka membaca kalimat yang bercerita
tentang anak sekolah dari negara lain yang belajar berbagi ruang dan
kesempatan. Terjemahan membantu mereka memahami konteks yang mungkin terasa
abstrak jika disampaikan dengan kata kata formal.
Istilah
seperti saling menghormati dan kerja sama menjadi lebih hidup ketika dilihat
dari perspektif lintas bahasa. Anak belajar bahwa konsep tersebut muncul pada
hampir semua cerita persahabatan di berbagai negara. Dengan membaca terjemahan
cerita sederhana mereka melihat bahwa peran teman sangat penting dalam
menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ini selaras dengan cita cita SDGs
nomor 16 yang ingin menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif.
Selain
memperkuat pemahaman tentang hubungan sosial anak juga lebih peka terhadap
perasaan orang lain. Mereka mendiskusikan bahwa memahami bahasa persahabatan
dari negara lain berarti juga menghargai bagaimana orang lain mengekspresikan
rasa sayang dan kepedulian. Mengetahui ragam istilah membuat mereka menyadari
bahwa perbedaan tidak menghalangi untuk menjadi teman yang baik. Anak pun
menyimpulkan bahwa bahasa bisa menjadi jembatan untuk mendekatkan hati.
Fitur
terjemahan memberi kesempatan bagi anak untuk memasuki dunia yang lebih luas
tanpa meninggalkan nilai nilai dasar yang mereka pelajari sehari hari. Dari
teks pendek hingga cerita persahabatan sederhana anak belajar bahwa kebaikan
dan rasa saling menghargai adalah bahasa universal. Nilai ini membantu mereka
melihat dunia sebagai ruang besar yang bisa mereka isi dengan tindakan baik.
Pemahaman
ini menjadi dasar bagi anak untuk membangun sikap toleran sejak usia sekolah
dasar. Ketika mereka melihat bahwa persahabatan memiliki arti serupa di banyak
negara mereka mulai percaya bahwa dunia dapat menjadi tempat yang adil bila
setiap orang saling menghormati. Harapan pun muncul bahwa generasi muda ini
tumbuh sebagai warga dunia yang mengutamakan perdamaian dan siap membawa nilai
keadilan ke mana pun mereka melangkah.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono