Anak Mengenal Pentingnya Air Bersih lewat Artikel Internasional dan Bantuan Terjemahan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Anak membaca artikel pendek tentang air bersih dari negara lain.
Mereka menggunakan fitur terjemahan untuk memahami isi teks. Kegiatan ini
memperkenalkan SDGs nomor 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi.
Pembahasan
mengenai air bersih diperluas melalui artikel singkat yang berasal dari
berbagai negara karena setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Melalui
terjemahan anak dapat melihat bagaimana masyarakat dunia menjaga sumber air
mereka dan apa saja masalah yang sering muncul seperti pencemaran sungai atau
keterbatasan akses air minum. Informasi dasar yang ditampilkan dalam bahasa
sederhana membantu mereka memahami bahwa air bersih adalah kebutuhan semua
orang bukan hanya milik satu daerah. Hal ini menunjukkan bahwa isu air bersih
adalah persoalan global yang memerlukan perhatian bersama.
Dalam
artikel yang mereka baca terdapat penjelasan tentang daerah yang mengalami
kekeringan berkepanjangan dan harus menghemat air untuk kebutuhan harian. Ada
pula cerita tentang negara yang berhasil memperbaiki kualitas air melalui
teknologi penyaringan yang lebih modern. Ketika diterjemahkan kalimat kalimat
tersebut membantu anak mengenali bahwa setiap tempat memiliki cara berbeda
dalam menghadapi masalah air. Melalui proses membaca mereka melihat bahwa air
bersih tidak selalu mudah didapat.
Fitur
terjemahan memberi ruang bagi anak untuk memahami istilah yang sulit seperti
sanitasi aman perlindungan sumber air dan konservasi. Setelah diterjemahkan
maknanya menjadi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari hari.
Anak dapat menghubungkan istilah tersebut dengan pengalaman mereka seperti
mencuci tangan minum air matang atau menjaga kebersihan kamar mandi. Dengan
demikian pembahasan air bersih tidak hanya menjadi informasi tetapi juga bagian
dari pembiasaan hidup sehat.
Artikel
internasional juga memperlihatkan kepada anak bahwa banyak negara melakukan
kampanye penyadaran tentang air. Ada negara yang mengajak warganya menghemat
air melalui poster ada pula yang menggunakan media digital untuk menjelaskan
bahaya limbah rumah tangga. Ketika membaca versi terjemahannya anak mengetahui
bahwa usaha mengelola air menjadi gerakan masyarakat yang melibatkan semua
umur. Mereka juga memahami bahwa pendidikan sejak dini menjadi salah satu cara
untuk menjaga ketersediaan air di masa depan.
Pembacaan
artikel tentang air bersih membantu anak menumbuhkan rasa peduli pada
lingkungan terdekat. Mereka menyadari bahwa menjaga air tidak hanya dilakukan
oleh negara lain tetapi dapat dimulai dari rumah seperti tidak membuang sampah
ke selokan atau menutup keran dengan benar. Pesan global yang mereka baca
melalui terjemahan berubah menjadi kesadaran kecil yang mudah diterapkan.
Inilah bentuk sederhana dari kontribusi terhadap SDGs nomor 6 yang dapat
dilakukan anak usia sekolah dasar.
Informasi
yang dibaca melalui terjemahan juga memperluas wawasan anak tentang bagaimana
udara iklim dan tanah berhubungan dengan ketersediaan air. Mereka menemukan
bahwa perubahan cuaca dapat memengaruhi musim hujan sehingga berdampak pada
jumlah air yang tersedia. Bacaan yang awalnya berasal dari luar negeri menjadi
sumber pengetahuan tentang hubungan antara alam dan kebutuhan manusia. Pola
pikir ini membantu mereka melihat bahwa air adalah bagian penting dari
keberlangsungan hidup.
Pemahaman
anak mengenai isu global seperti air bersih akan bertumbuh seiring meningkatnya
kemampuan mereka membaca dan menafsirkan teks. Melalui terjemahan mereka
mendapatkan akses untuk memahami pengalaman negara lain yang mungkin berbeda
dengan kehidupan mereka sehari hari. Upaya kecil ini diharapkan mendorong
lahirnya generasi yang sadar lingkungan dan mau berperan dalam menjaga air
bersih agar terus tersedia bagi semua.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono